gunung sindoroGunung Sindoro memang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan gunung lainnya. Keunikan puncak dengan kawah dan hamparan lahan luas menjadikan gunung ini ramai dikunjungi para pendaki.

Gunung ini dikenal dengan beberapa nama beken. Diantaranya adalah Sindara, Sundoro serta Sendoro. Tidak dijelaskan kenapa gunung ini memiliki nama-nama tersebut. Yang pasti, gunung Sindara menjadi tempat yang sayang untuk dilewatkan oleh para pendaki.

Gunung ini bisa dilihat kemegahannya dari Sikunir Dieng. Gunung tersebut berdiri kokoh bersamaan dengan Gunung Sumbing. Keduanya tampak bersahabat, dan layak untuk dikunjungi oleh para pendaki.

Gambaran Gunung Sindoro

Gunung Sundoro (nama lain Sindoro) merupakan gunung api yang aktif. Saat ini, gunung tersebut diklaim sedang istirahat. Artinya, tidak nampak aktifitas yang bisa membahayakan jiwa.

Gunung Sendoro ini terletak di Jawa Tengah. Kota terdekat dengan gunung ini adalah Temanggung. Makanya, banyak pendaki yang memulai pendakiannya dari kota tersebut.

Gunung ini tercatat sebagai gunung api yang aman. Tidak banyak aktifitas agresif yang keluar dari gunung tersebut. Namun begitu, para pendaki tetap harus berhati-hati manakala ingin melakukan kunjungan kea lam Sindara.

Perlu diketahui bahwa aktifitas tertinggi yang pernah dicatat dari gunung sindoro ini terjadi pada tahun 1970. Itu sudah sangat lama. Dan sejauh ini, aktifitasnya tidak begitu membahayakan.

Pada akhir tahun 2012, Sindoro juga sempat menunjukkan aktifitasnya. Malahan, pihak pengelola menaikkan level bahaya ke tingkat Waspada. Hanya saja, aktifitas ini tidak sampai membahayakan.

Bicara mengenai penutupan jalur pendakian gunung sindoro, ini tidak disebabkan oleh adanya aktifitas ataupun letusan. Tapi pengelolanya memberlakukan aturan tersebut untuk proses pengembalian kealamiahan alamnya.

Gunung ini memiliki ketinggian mencapai 3.150 mdpl. Ini tergolong gunung yang memiliki ketinggian sedang. Namun begitu, Anda tidak bisa mengatakan akan mudah untuk menaklukannya.

Medannya terbilang berat untuk pemula. Tapi bila Anda mampu menggapai puncak gunung Sindoro, Anda akan mendapati keindahan alam yang luar biasa. Bisa dibilang usaha keras tidak akan membohongi hasilnya.

Betapa tidak, para pendaki bakalan disuguhi medan terjal dan terbuka. Bebatuan kerikil dan pasir bakal ditemukan sesaat akan sampai ke puncaknya.

Jalanan berbatu dan panas juga akan dilewati. Kalau melakukan perjalanan di siang hari, Anda bakalan merasakan panas yang menyengat. Bahkan batu hitam yang ada di medan akan sangat panas bila disentuh.

Meskipun begitu, Anda tetap bisa bersyukur manakala bisa menggapai puncaknya. Anda bisa menemukan keindahan alam yang membuat takjub.

Salah satu keindahan alam gunung sindoro adalah kawahnya. Kawah ini bisa ditemukan di barat laut ke selatan Gunung. Kawah disertai jurang yang terbesar ini dikenal dengan sebutan Kembang.

Sementara itu, Anda juga bisa menemukan taman edelweiss. Yang tak kalah penting, puncaknya sangat luas. Para pendaki menyebutnya dengan sebutan Puncak Segoro Wedi yang luasnya sekitar 400×300 meteran.

Sejarah Letusan Gunung Sindara

Namanya juga gunung api, sudah pasti ada aktifitas yang membuat gunung ini tidak aman untuk didaki pada masa itu. Namun begitu, aktifitas ini tidak terlalu sering dan tercatat hanya beberapa puluh tahun lalu terjadi letusan.

Menurut sumber Wikipedia_gunung sindoro, letusan ini terjadi beberapa kali. Aktifitas vulkanik ini kebanyakan terjadi di abad ke 19. Diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  • Tahun 1806, letusan masih diragukan kebenarannya
  • Tahun 1818, gunung Sindoro erupsi menyebabkan abunya menyebar sampai Pekalongan
  • Tahun 1882, Erupsi terjadi di Gunung Kembang, abunya jatuh ke Kebumen dan Lava menyebar di lereng barat laut pegunungan
  • Tahun 1883, letusan diklaim terjadi akibat peningkatan aktifitas Vulkanik
  • Tahun 1887 terdengar letusan
  • Tahun 1902, lumpur dan lontaran batu pijar jatuh kembali ke pusat erupsi
  • Tahun 1903, aktifitas gunung membawa hujan abu sampai Kejajar dan Garung
  • Tahun 1906, Letusan terjadi dan membaw abu sampai Kledung. Bahkan tanaman menjadi rusak dan banyak rumah warga terbakar
  • Tahun 1908, aktifitas vulkanik hanya sebatas suara gemuruh dari dalam gunung
  • Tahun 1910, gunung sindoro menunjukkan aktifitasnya dengan suara gemuruh yang terdengar di Temanggung
  • Tahun 1970, gunung Sundoro aktif tapi tidak sampai meletus
  • Tahun 2011-2012, semburan asap solfatara ada di dinding dan dasar kawah

Misteri Gunung Sindoro Yang Perlu Pendaki Ketahui

Mendaki gunung Sindoro sudah menjadi kegiatan favorit bagi sejumlah pendaki. Nampaknya tidak asing bagi yang sudah berpengalaman. Rasa rindu kadang muncul lantaran keindahan yang ditawarkan.

Walaupun begitu, Anda tidak bisa mengesampingkan misteri gunung Sindoro. Kisah mistis sering terjadi, dan beberapa pendaki pernah mengalaminya. Nah, apa saja misteri yang terdapat di gunung tersebut?

  1. Asal Usul Nama Sindoro

Beredar cerita masyarakat setempat jika penamaan gunung tersebut diawali dari cerita rakyat masa lampau. Yakni berasal dari keberadaan keluarga yang memiliki anak kembar.

Kedua anak kembar ini memiliki watak yang berbeda. Yang satu suka usil dan nakal, dan yang kedua lebih bijaksana.

Setiap harinya, kedua anak ini selalu bertengkar. Pertengkaran ini membuat sang ayah kehilangan kesabarannya.

Sang ayah lantas memukul anaknya yang suka usil sampai bibirnya robek. Dalam bahasa Jawa, bibir robek disebut Sumbing. Dan inilah yang disematkan pada nama gunung Sumbing.

Sementara anak yang kedua ini memiliki perangai yang baik. Perangai bijaksana dan arif dikenal dengan sebutan Ndoro. Akhirnya, tercetuslah nama Sindoro yang disematkan pada gunung kembaran Sumbing tersebut.

  1. Munculnya Kabut Hitam

Tidak dipungkiri jika gunung hampir selalu diselimuti oleh kabut. Dalam bahasa Jawa dikenal dengan sebutan Pedhut. Pedhut ini biasanya berwarna putih. Dan hampir setiap saat, pendaki akan menjumpai kabut tersebut.

Namun begitu, ada kalanya kabut tersebut berwarna hitam. Kabut hitam ini biasanya muncul di kawasan Puncak Gunung Sendoro. Kabut ini kadang muncul secara tiba-tiba, dan sering membuat pendaki tersesat.

Untuk Anda yang mau mendaki, berhati-hatilah kala melihat kabut tersebut. Pastikan untuk terus bersama rombongan, dan perhatikan jalan agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. Jin Baik Penunggu Sindoro

Hampir setiap gunung ditempati oleh bangsa Jin. Sama halnya di Sindoro. Namun berita baiknya, Jin yang ada di Sindoro tergolong jin baik. Karena bangsa ini kebanyakan telah beriman.

Jin penunggu Sindoro ini tidak suka dengan hal-hal maksiat. Ketika para pendaki melakukan perbuatan maksiat, pendaki akan mengalami masalah.

Konon letusan Sindoro disebabkan oleh maraknya maksiat yang terjadi di gunung tersebut. Dan jin yang melihat kemaksiatan ini berdoa agar yang bermaksiat mendapatkan hukuman. Akhirnya, doanya terijabah dan terjadilah letusan sebagai hukuman.

  1. Musnahnya Peradaban Mataram Kuno

Para ahli sejarah percaya bahwa kerajaan Mataram kuno pernah menjalankan peradaban di kawasan tersebut. Ini dibuktikan dengan adanya situs Liyangan di Temanggung serta sejumlah artefak yang ditemukan di Wonosobo.

Sayangnya, kerajaan ini luluh lantak ketika terjadi letusan maha dahsyat yang berasal dari Gunung Sindoro. Hanya saja, belum ada kejelasan mengenai kapan letusan ini terjadi.

  1. Sindoro Dipercaya Memiliki Energi Feminitas

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, energi ini dipercaya sebagai penyeimbang alam. Dan energi ini ada yang positif dan negatif, namun saling melengkapi.

Ini juga terjadi dengan Sindoro dan Sumbing. Pegunungan Sindoro dipercaya memancarkan energi Feminitas yang sifatnya dingin. Sementara Sumbing memancarkan aura maskulin yang sifatnya panas.

Energi-energi ini saling membutuhkan. Paduannya dipercaya masyarakat sebagai penyeimbang tanah di Pulau Jawa tersebut.

  1. Harum Edelweis Dan Bidadari

Mitos yang beredar bahwa edelweiss di Sindoro dijaga oleh para bidadari. Ini mengacu pada keharuman bunga yang mampu bertahan lebih lama.

Bahkan edelweiss yang ditemukan di gunung tersebut lebih wangi dibandingkan di pegunungan lainnya. Menariknya, keharuman bunga ini tetap bertahan meskipun telah terlepas dari tangkainya selama 3 tahunan.

Tetapi bagi Anda yang melakukan pendakian, tentunya sudah paham tentang aturan mendaki bukan? Jangan pernah memetik bunga tersebut. Cukup cium baunya ataupun sekedar berfoto saja.

Itu jauh lebih bijak. Karena bunga ini sudah semakin langka. Bisa dibilang kalau bunga tersebut wajib dijaga kelestariannya.

  1. Batu Sepanjang 10 km di Kali Leler

Misteri yang ada di Sindoro ini berada di kawasan anakan sungai Sindoro yang dikenal dengan Tapak Kaki Sindoro. Tapak kaki ini membentuk sungai, dan berasal dari anakan sungai ke hilir.

Darinya muncul beberapa anakan sungai. Salah satunya masuk ke Kali Leler yang dinilai memiliki keunikan tersendiri.

Di sungai ini terdapat sebuah batuan kali itu hanya satu dan memanjang sejauh panjangnya sungai. Jika diamati, batuan ini terbentuk rapat dan tidak putus sampai ke hulu. Panjangnya sekitar 10 km.

Selain itu, penampakannya seperti kaki raksasa yang berwarna hitam. Uniknya, batuan ini berbeda dengan batuan kali lainnya.

Menurut tokoh setempat, batuan ini merupakan batuan yang telah lama ada selama ribuan tahun. Tokoh setempat berujar kalau fungsi dari batu ini kemungkinan sebagai penanahn lahar manakala gunung sindoro meletus.

Beberapa Jalur Pendakian Gunung Sindoro

Terkenal sebagai gunung kembar, Sindoro dan Sumbing memang menjadi impian sebagian pendaki. Tempatnya berdekatan. Tak jarang para pendaki selalu menyempatkan diri untuk mendaki kedua gunung ini secara bergantian di waktu yang sama.

Di sini, kami hanya akan menunjukkan beberapa jalur pendakian gunung sindoro saja. Jalur yang bisa dilewati pendaki cukup banyak. Kesemuanya bisa digunakan manakala ingin memulai perjalanan mendaki.

Diantaranya adalah Sindoro via Tambi, Sindoro Via Bansari, Sindoro via Alang Alang Sewu, dan Sindoro Via Kledung.

Dari sekian banyaknya jalur pendakian ini, ada yang paling populer di kalangan para pendaki. Diantaranya adalah melalui Tambi dan Kledung.

Kedua jalur tersebut agaknya akan ramai pendaki di tiap jam buka. Dan yang paling unik, ada jalur pendakian gunung sindoro paling mudah. Jalur tersebut berada di Kledung.

Pendakian Sindoro melalui Kledung terbilang sangat mudah. Lokasi basecampnya berdekatan dengan jalan raya. Para pendaki akan cepat menemukannya.

Menariknya lagi, ada aula yang sangat luas. Aula ini bisa digunakan untuk istirahat sejenak. Yakni sebelum memulai pendakian atau setelah lelah dari menuruni gunung tersebut.

Selain itu, para pendaki bisa menyelesaikan pendakiannya dengan lebih cepat melalui jalur tersebut. Tidak mengherankan bila jalur ini sepanjang hari akan ramai akan orang-orang yang berniat masuk ke kawasan pegunungan tersebut.

Bagi Anda yang pengen naik Sindoro melalui Kledung, Anda bisa periksa rutenya di jalur pendakian Sindoro via kledung ini. Paling tidak, Anda punya gambaran mengenai rutenya lebih jelas.

Estimasi Biaya Mendaki Gunung Sindoro

Bagi yang pernah melakukan pendakian ke Sindoro, keseluruhan biaya pasti sudah dipahami. Tapi bagi yang belum pernah, Anda butuh estimasi biaya mendaki gunung sindoro ini.

Di sini, kami akan gambarkan perkiraan biayanya manakala menggunakan jalur Kledung. Estimasinya diperhitungkan dari biaya menuju ke sana. Tapi dalam perkiraan kasar.

Biaya awal ini tergantung pada alat transportasi yang membawa Anda sampai Wonosobo. Kami belum tahu pasti biayanya. Jika dari Jakarta, perkiraan biaya di kisaran 100 ribu rupiah. Anda baiknya turun di Terminal Mendolo Wonosobo.

Kalau sudah, naiklah angkutan umum dari terminal Mendolo ke Kabupaten Temanggung. Durasi perjalanan paling lambat sekitar 60 menitan. Dan biaya yang perlu dikeluarkan sekitar 20 ribuan rupiah.

Ingat, mintalah supir untuk menurunkan Anda di Kledung. Supir angkutan sudah tahu kok kegiatan yang akan Anda lakukan. Toh supir hampir selalu mengantarkan calon pendaki Sindoro melalui Kledung tersebut.

Sesampainya di Kledung, silahkan daftarkan diri Anda di sana. Biaya pendaftarannya terjangkau. Anda diminta untuk keluarkan biaya pendaftaran sekitar 15 ribu rupiah perorang.

Baru kemudian lakukan perjalanan menuju pos 1. Jika ingin lebih cepat, Anda bisa kok menggunakan jasa ojek. Jasa ojek ini sudah tersedia, mau mengantarkan ke pos 1. Bea jasanya sekitar 20-30 ribuan. Tergantung kesepakatan yang Anda buat dengannya.

Kalau ditotal, biayanya sekitar 200 ribuan perorang. Ini belum dihitung dari penyediaan makanan dan lain sebagainya. Untuk perbekalan, Anda saja yang menghitungnya.

Demikianlah yang bisa kami sampaikan. Kalau mau melakukan perjalanan, silahkan persiapkan dengan matang. Mulai dari rencana keuangan, kapan waktunya dan bersama siapa Anda. Dengan begitu, Anda bisa mendaki gunung sindoro dengan nyaman.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *