gunung slamet

Gunung Slamet menjadi sasaran bagi pendaki professional. Para pendaki butuh persiapan matang sebelum mewujudkannya. Karena gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah.

Pendakian tidak pernah mudah. Medan yang sulit selalu menghampiri. Kemudian tingginya gunung membuat para pendaki harus memiliki fisik yang kuat.

Para pendaki memerlukan waktu tak sedikit untuk sampai puncaknya. Walaupun begitu, ada rasa penasaran bagi sebagian pendaki untuk menaklukannya. Terutama pendaki yang sudah pernah mendaki di beberapa gunung ternama.

Sekilas Mengenal Gunung Slamet

Slamet merupakan nama pegunungan yang berada di Jawa Tengah. Pegunungan ini tergolong sebagai gunung api berbentuk kerucut. Ketinggiannya mencapai 3.428 mdpl. Menjadikannya sebagai gunung tertinggi di Jateng, Indonesia.

Dinamai dengan Slamet, gunung ini ditengarai karena aktifitas gunung yang terbilang aman. Amannya lantaran sering beraktifitas, tapi tidak membahayakan.

Dan masyarakat Jawa menamainya dengan Slamet. Kalau bahasa Indonesia, kata tersebut berarti Selamat.

Sementara di Pulau Jawa, ia menempati posisi kedua di bawah Semeru. Ketinggiannya hanya berjarak beberapa ratus meter saja. Tentunya memiliki medan yang sama sulitnya untuk dilewati.

Letak dari Slamet sendiri berada di 5 Kabupaten. Diantaranya adalah Kab. Brebes, Banyumas, Tegal, Purbalingga, dan Pemalang. Ini juga menandai jika awal pendakian bisa dilakukan di beberapa kabupaten tersebut.

Gunung Slamet ini terbentuk dari subduksi Lempeng Indo Australia pada Lempeng Eurasia di bagian Selatan Pulau Jawa. Setidaknya, inilah yang dipaparkan di Wikipedia terkait terbentuknya pegunungan Slamet.

Sebagai gunung berapi, tercatat letusan beberapa kali terjadi. Terutama di abad ke 19. Namun erupsi ini tidak terlalu mengakibatkan bencana hebat untuk daerah sekitar.

Pada tahun 2014, letusan dan gempa beberapa kali terjadi. Bahkan ada asap tebal yang membumbung tinggi. Asap ini muncul dari kawah sampai 1 km ketinggiannya.

Sepenggal Misteri di Gunung Slamet

Bicara mengenai pegunungan, tentu saja memiliki cerita misteri yang dipercayai oleh warga sekitar. Ini dipengaruhi oleh budaya, adat, agama dan ras yang tinggal di kawasan tersebut.

Di sini, kami akan tunjukkan Misteri Gunung Slamet yang kisahnya melegenda di telinga para pendaki. Diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  • Penamaan Slamet

Penamaan gunung tertinggi Jawa tengah yang dikenal saat ini terbilang baru. Karena kenyataannya, nama awalnya adalah Gunung Agung dan Gora.

Nama Gunung Agung diambil dari pemaparan sejarawan berkebangsaan Belanda, J Noodyun. Dia memaparkan bahwa nama Slamet merupakan nama baru yang dulunya dikenal sebagai G Agung.

Sejarawan tersebut juga menunjukkan bukti yang memperkuat asumsinya. Yakni berasal dari naskah kuno yang berisikan petualangan dari Bujangga Manik di Pulau Jawa.

Bujangga Manik dikenal sebagai Prabu Jaya Pakuan. Dia adalah seorang resi hindu dari kerajaan Sunda. pada Naskah Sunda, disebutkan bahwa Resi ini melakukan petualangan. Dan kisahnya bercerita mengenai sejumlah tempat, salah satunya adalah gunung.

Salah satunya yang disebut dengan gunung Agung yang notabenenya lokasi dan bentuknya sama persis dengan Slamet. Dan inilah yang menjadi bukti bahwa gunung tertinggi Jateng ini dulunya dinamai dengan G Agung.

Sementara Gora merupakan penyebutan gunung yang dicetuskan oleh Syeikh Maulana Malik Magribi. Dulu, sang syeikh ini menderita penyakit kulit yang sulit disembuhkan.

Sampai akhirnya beliau pergi ke Gunung Gora dan menemukan sumber air panas sebanyak 7 buah. Dan sumber ini letaknya ada di lereng gunung. Saat ini, sumber air panas ini ditemukan di Baturraden, Kab. Banyumas Jateng.

  • Kawah Segoro Wedi

Namanya juga gunung api, tentunya aktifitas berupa letusan pernah terjadi. Walaupun kenyataannya tidak dalam tahap membahayakan penduduk sekitar.

Di puncak Gunung Slamet ini, ada sebuah kawah yang dinamai dengan kawah segoro wedi. Bila diartikan menjadi kawah lautan pasir. Kawahnya sangat luas, bisa ditemukan di bagian puncak.

  • Puncak Surono

Puncak tertinggi Slamet dinamai dengan Puncak Surono. Asal mula penamaannya dilatarbelakangi oleh kisah pilu di masa lampau.

Dikabarkan jika dulunya pernah ada seorang pendaki yang bernama Surono. Malangnya, pendaki ini meninggal di puncak lantaran terpeleset ke jurang.

Sebagai bentuk penghormatan, puncak tersebut lantas dinamai dengan Puncak Surono. Bahkan di puncak terdapat tugu penghormatan untuk pendaki tersebut.

  • Kisah Mistis Pos Samarantu

Jika Anda berencana untuk mendaki Slamet via Bambangan, pastikan untuk berhati-hati. Karena Anda bakalan melewati tempat paling angker.

Tempat itu dinamakan pos Samarantu. Penamaannya diambil dari dua kata SAMAR dan HANTU.

Penamaannya tak lepas dari cerita mulut ke mulut. Yakni tempat tersebut menjadi tempat berkumpulnya makhluk halus.

Ketika sampai di kawasan ini, baiknya jaga bicara dan baiknya tidak perlu mendirikan tenda. Karena banyak cerita menyebutkan kalau para pendaki pernah mendengar suara-suara gaib di pos tersebut.

  • Keberadaan Makhluk Kerdil

Cerita penuh misteri juga bakal didengar kalau mendaki Slamet via Guci, Kab. Tegal. Terutama di lokasi pelawangan Gunung Slamet.

Di lokasi tersebut, sosok makhluk kerdil dipercaya sering muncul. Namun makhluk ini agaknya takut dengan orang lain. Misalnya pendaki.

Dikabarkan kalau makhluk tersebut dulunya adalah manusia. Saat melakukan pendakian, dirinya tersesat dan terpaksa bertahan hidup dengan memakan dedaunan layaknya hewan.

Sampai akhirnya dirinya kehilangan jati dirinya. Namun begitu, tidak ada yang tahu kenapa tubuhnya kecil.

Ketika para pendaki mendirikan tenda di daerah tersebut, makhluk kerdil dipercaya muncul dan mengambil sejumlah persediaan makanan. Tapi hal ini tidak bisa sering dilihat. Hanya saja, pendaki baru sadar jika makanannya hilang begitu saja.

  • Cerita Mistis Air Terjun Guci

Air terjun Guci ini merupakan kawasan wisata yang terdapat di lereng pegunungan Slamet. Keberadaannya sudah banyak diketahui oleh pengunjung.

Banyak yang percaya jika kawasan ini dihuni oleh siluman naga yang dinamai dengan Naga Cerek. Sarangnya dipercaya berada di balik gemuruh air terjun tersebut.

Tidak hanya itu saja, kawasan ini juga dijadikan sebagai tempat pesugihan oleh beberapa orang. Ada juga yang datang untuk mengembalikan keperawanan atau menambah aura kecantikan wanita.

Kepercayaan akan khasiat ini sudah sangat populer. Tidak mengherankan jika kebanyakan pengunjungnya adalah kaum hawa.

  • Pasar Hantu

Diceritakan dulunya pernah ada seorang pendaki yang mendengar suara ramai di jalur pendakian. Kami belum tahu pasti dimana lokasinya.

Pendaki tersebut kemudian memasuki area pasar yang sedang ramai. Dan dalam sekejap, dirinya tidak menyadari kalau dirinya sedang dicari rekan-rekannya sampai 3 hari.

  • Terbelahnya Gunung Slamet

Slamet sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti selamat atau aman. Hal ini mengacu pada aktifitas gunung yang tidak membahayakan bagi penduduk sekitarnya.

Namun berhembus mitos kalau Gunung ini meletus dahsyat, maka pulau Jawa akan terbelah menjadi dua. Secara, letak gunung ini memang di bagian tengah. Yakni memisahkan Jawa bagian Utara dan Selatan.

  • Gerbang Gaib

Masih di jalur pendakian Bambangan, pendaki disarankan untuk berhati-hati. Di jalur inilah yang banyak membuat para pendaki tersesat.

Setidaknya ada dua pohon besar yang angker di tengah-tengah jalur. Kedua pohon yang membentuk daun pintu ini dianggap sebagai gerbang masuk ke dunia lain.

Di dalam gerbang ini juga dipercaya terdapat kerajaan Jin. Hanya orang-orang dengan kemampuan khusus yang bisa melihatnya.

Daya Tarik Pegunungan Slamet di Mata Para Pendaki

Bicara mengenai daya tarik gunung, tentu saja sunrise di pagi hari. Betul bukan? Sunrise yang unik dengan kabut tebal di bawah gunung membuat viewnya semakin syahdu.

Selain itu, masih banyak daya tarik yang dimiliki oleh Gunung Slamet ini. Diantaranya adalah potensi wisata yang berada di lereng gunung.

Sebut saja air terjun guci yang notabenenya menjadi kawasan paling sering dikunjungi. Selain itu, masih ada kawah segoro wedi di puncak gunung.

Hanya itu saja? Tentu saja tidak. Masih ada Baturraden, Pancuran telu dan Pancuran Pitu, Curug Gede, Taman Kaloka Widya Mandala, sampai pemandian air panas Guci.

Para pendaki yang baru saja turun gunung biasanya akan menyempatkan ke salah satu kawasan tersebut. Setidaknya untuk mendapatkan bonus keindahan yang ditawarkan oleh Gunung tersebut.

Jalur Pendakian Pegunungan Slamet

Jalur pendakian gunung Slamet ini terbagi menjadi 6. Para pendaki bisa memilih salah satunya. Yang paling penting, pastikan membawa peralatan yang lengkap.

  1. Slamet Via Bambangan

Bambangan sendiri merupakan sebuah desa. Letaknya di Kabupaten Pemalang Jateng.

Jalur pendakian Slamet Via Bambangan ini menjadi pilihan sebagian besar pendaki. Alasannya adalah treknya lebih mudah, dan durasi muncak melalui jalur ini lebih pendek.

Bagi pendaki, Anda akan melewati setidaknya 9 pos. Sementara waktu yang dibutuhkan sampai puncak sekitar 12 jam. Makanya, wajib bagi pendaki untuk menyediakan logistic yang memadai.

  1. Slamet Via Baturraden

Baturraden ini lokasinya ada di Kabupaten Purwokerto. Jalur yang satu ini tidak disarankan bagi pendaki yang baru pertama kali muncak ke gunung tersebut.

Kenapa? Karena medannya lebih berat. Bisa dikatakan medannya sangat ekstrim dibandingkan jalur lainnya.

Betapa tidak, medannya kebanyakan menanjak dan terjal. Malahan jalurnya bercabang dan licin.

Untuk bisa sampai puncak, para pendaki akan melewati sekitar 3 pos termasuk Plawangan. Sementara durasi rata-rata yang dibutuhkan sekitar 12 jam.

  1. Slamet Via Guci

Jalur yang satu ini terletak di Kecamatan Coblong Kabupaten Tegal. Di jalur ini, para pendaki bakal disuguhi pemandangan alam yang begitu mempesona.

Bagi yang mau mendaki, Anda diberikan dua opsi untuk masuk. Karena ada dua basecamp di kawasan tersebut. Yakni di Kompak dan Gupala.

Menariknya lagi, letak basecampnya cukup dekat dengan kawasan wisata pemandian air panas. Jadi sehabis mendaki, Anda bisa mampir sebentar di kawasan wisata tersebut.

Nah, setidaknya ada 5 pos yang bakal pendaki lalui. Sampai akhirnya ke Plawangan yang merupakan batas hutan dan bebatuan.

Ketika naik gunung melalui jalur ini, Anda butuh waktu sekitar 10 jam. Tergantung pada ritme perjalanan yang Anda lakukan.

  1. Slamet Via Kaliwadas

Kaliwadas sendiri berada di Kecamatan Sirampong Kabupaten Brebes. Tepatnya berada di desa Dawehan.

Jalur pendakian Kaliwadas ini lebih disarankan bagi pendaki pemula. Kenapa? Karena medannya terbilang ramah bagi pendaki.

Ada sekitar 5 pos pendakian yang bakal dilalui. Sementara waktu tempuh yang dibutuhkan sampai puncak di kisaran 11 jam.

  1. Slamet Via Kaligua

Jalurnya berada di desa Kaligua, Kec. Paguyangan Kab Brebes. Pemandangan alamnya masih sangat asri. Karena jalur ini jarang dijamah oleh para pendaki.

Supaya sampai di kawasan puncak Slamet, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 9 jam. Andapun harus melewati setidaknya 5 pos pendakian.

  1. Slamet Via Sawangan

Jalur Sawangan letaknya di desa Sigedong Kec Bumijawa Kab. Tegal. Jalur pendakian slamet ini tergolong baru. Aksesnya juga sangat mudah.

Bagi yang mendaki melalui jalur Sawangan ini, pendaki diharuskan melewati 6 pos pendakian. Estimasi waktu yang dibutuhkan sekitar 9 jam.

Pantangan Kala Mendaki Slamet

Gunung Slamet terkenal angker. Banyak cerita mistis yang menyelimutinya. Ini tak lepas dari keberadaan makhluk tak kasat mata yang mendiaminya.

Sebagai tamu, Anda disarankan untuk bertamu dengan baik. Setidaknya, hindari hal-hal yang lazim menjadi pantangannya.

Menurut juru kunci Slamet Mbah Warjono (78 tahun), ada beberapa pantangan yang sebaiknya tidak dilakukan pendaki. Salah satunya adalah dilarang buang air kecil ataupun BAB di sekitar gunung.

Kalau mau buang hajat, sebaiknya bawa kantung sendiri. Kemudian, kantungnya dibawa keluar jalur pendakian.

Selain itu, dilarang untuk berbicara kasar ataupun bercumbu. Ini larangan yang sebaiknya diindahkan. Karena dikhawatirkan akan bermasalah dalam pendakian.

Yang selanjutnya adalah jaga kesopanan dengan meminta ijin pada petugas. Ini sangat penting untuk meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Perlu diketahui bahwa tahun 1990an, ada rombongan pendaki berjumlah 15 orang. Mereka tidak ijin sama petugas. Dari 15 orang tersebut, 3 pendaki tidak kembali sampai saat ini.

Kemudian yang selanjutnya adalah jangan mengambil benda berharga yang Anda lihat di jalur pendakian slamet. Mulai dari emas, cincin atau harta berharga lainnya.

Akan lebih baik membiarkannya saja. Karena itu bisa saja menjadi sebab munculnya bahaya bagi Anda sendiri. Baik itu tersesat, terjatuh dan lain sebagainya.

Kurang lebih, itulah yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Yang terpenting, jaga kesopanan dan rencanakan secara matang bilamana ingin mendaki ke Gunung Slamet.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *