Gunung Telomoyo­ : Gunung Ramah Memanjakan Mata!

gunung telomoyo

Gunung Telomoyo menjadi tempat favorit lain yang berada di Jawa Tengah. Selain menghadirkan panorama alam yang indah, biayanya juga lebih murah. Tidak mengherankan jika Telomoyo menjadi salah satu pilihan terbaik untuk dikunjungi.

Kunjungan terbaik adalah di musim yang cerah. Musim ini sangat cocok untuk menemukan sejumlah keindahan yang ditawarkan dari pucuk gunung. Tapi pastikan bahwa agenda Anda kosong di hari tersebut.

Apa sih keindahan yang ditawarkan oleh pegunungan Telomoyo ini? Inilah yang akan Anda temukan pada kesempatan kali ini. Kami juga akan tunjukkan gambarannya, misteri yang ada di Telomoyo, sampai rute menuju kawasan tersebut.

Untuk informasi selengkapnya, mari simak ulasannya berikut ini.

Sekilas Mengenal Gunung Telomoyo

Tercatat di Wikipedia jika Telomoyo termasuk gunung api. Meskipun begitu, belum ada catatan yang menyebutkan bahwa gunung ini pernah meletus.

Pegunungan ini termasuk yang terpendek. Ketinggiannya di kisaran 1.894 mdpl. Gunung ini terletak di wilayah Kabupaten Magelang dan Semarang, Jawa Tengah.

Telomoyo sendiri diapit oleh sejumlah gunung yang ada di Jateng. Diantaranya adalah Gunung Andong, Merbabu, Sumbing sampai Ungaran.

Pegunungan ini terbentuk di bagian Selatan Gunung Suropati. Ketika G Suropati mengalami erosi, terbentuklah sebuah cekungan berbentuk huruf U. Dan G Telomoyo ini berdiri di bagian Selatan sekitar 600 m dari dasar cekungan tersebut.

Bagi beberapa pecinta alam, gunung ini memang cukup menarik hati. Daya tariknya tentu saja adalah panorama alamnya yang wah. Dan ini bisa dijumpainya dengan usaha yang minim.

Betapa tidak, pengunjung bisa sampai ke puncaknya dengan menggunakan kendaraan roda dua. Tapi bagi yang ingin mendapatkan sensasi menaiki gunung, berjalan kaki adalah pilihan yang tepat.

Setidaknya, berjalan kaki bisa menguji ketahanan daya tahan tubuh. Disamping itu, Anda bakal menemukan sajian alam yang khas. Misalnya adalah air terjun yang bisa didatangi sebelum sampai di puncak Telomoyo.

Perlu diingat bahwa puncak gunung ini menjadi kawasan pemasangan menara sinyal Radio. Jadi, pengunjung mungkin akan dilarang untuk memasuki areanya.

Tapi tetap saja, pengunjung bisa menemukan spot menarik untuk dijadikan sebagai tempat singgah. Misalnya sebagai tempat istirahat, sampai tempat untuk memandangi alam dan berfoto.

Keindahan Alam dari Gunung Telomoyo

Tidak dipungkiri lagi jika Gunung Telomoyo masih kalah populer dari Puncak Gunung Andong. Ini dibuktikan dengan banyaknya pengunjung yang datang di tiap harinya. Namun begitu, keindahan alam yang disajikan tidak kalah menarik.

Ketika Anda sampai di Telomoyo, Anda bakal disajikan dengan kekhasan gunung. Salah satunya adalah melihat keindahan sorot matahari pagi dari atas pegunungan. Sebut saja dengan sunrise.

Bagi yang hobi mendaki, sunrise inilah yang paling diburu. Para pendaki bahkan rela mendaki beberapa jam untuk mendapatkan view tersebut. Bahkan, berjalan menapakai jalanan terjal di malam hari akan dilakukan.

Namun di Telomoyo, Anda bisa mendapatkan view tersebut tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam. Gunakan kendaraan roda dua, maka Anda sampai di puncaknya. Andapun bisa menemukan pemandangan alam tersebut.

Tidak hanya itu saja, kabut tipis yang menyelimuti kota di bawahnya juga akan terlihat dari atas gunung tersebut. Kabut tipis ini bisa dilihat manakala Anda datang di musim kemarau.

Kemudian yang tak kalah menarik, kemegahan gunung-gunung di sekitar bisa terlihat dari Telomoyo. Di situlah Anda akan nampak kecil, merasakan akan kebesaran/Kekuasaan sang Pencipta.

Keindahan lain yang bakal dijumpai pengunjung adalah pemandangan perkotaan di bawahnya. Anda bakal disuguhkan bangunan kota dan kerlipan lampu dari puncak gunung. Pemandangan ini akan semakin menarik jika dilihat di malam hari.

Misteri/Mitos Gunung Telomoyo

Misteri gunung Telomoyo. Gunung memang menyimpan sebuah misteri. Bahkan mitos yang terdapat di dalamnya dipercaya oleh warga setempat.

Ngomongin soal mitos di Telomoyo, ini tak lepas dari legenda masyarakat di masa lampau. Tepatnya berlokasi di Air Terjun Sekar Langit.

Menurut ceritanya, air terjun inilah yang menjadi tempat munculnya cerita Joko Tarub. Joko Tarub sendiri adalah seorang pemuda yang memiliki kebiasaan berburu.

Diceritakan kalau dirinya sedang berburu, after that dia masuk kawasan air terjun tersebut. Then, dia melihat 7 bidadari sedang asyik bermain di air terjun.

Joko Tarub yang kesengsem melihat kecantikan bidadari melancarkan aksi nakalnya. Salah satu selendangnya dicuri oleh pemuda tersebut. Singkat cerita, bidadari yang kehilangan selendang diajak pulang dan dijadikan istrinya.

Untuk cerita detailnya, Anda bisa cari di berbagai sumber. Maaf ya, ga bisa cerita banyak-banyak soal legenda Joko Tarub dan 7 Bidadari ini.

Lanjut ke mitos yang dipercaya warga setempat. Kabarnya, air terjun ini cukup berkhasiat.

Katanya, air terjun ini bisa menjadi sumber penambah aura kecantikan. Ingat ya, aura kecantikan. Jadinya, hanya wanita saja yang bakal cantik. Hehe…

Selain itu, kaum lelaki juga boleh kok. Katanya, air terjun ini juga menjadi sarana untuk bertemu jodoh. Ini merujuk pada legenda yang muncul pertama kali.

Percaya atau tidak, yang pasti itu adalah bagian dari kepercayaan warga setempat. Selebihnya, hanya Tuhan yang memberikan anugerah mengenai kecantikan sampai jodoh.

Rute Menuju Puncak Gunung Telomoyo

Keindahan alam yang ditawarkan membuat banyak orang tertarik. Lalu, bagaimana cara menuju Telomoyo ini?

Pegunungan pendek nan indah terletak di kawasan Kab. Semarang dan Magelang. Tepatnya di desa Pandean, Ngablak Magelang.

Desa Pandean inilah yang menjadi titik awal menuju puncak. Karena jalur inilah yang paling mudah. Setidaknya, para pengunjung ramai-ramai menggunakan jalur tersebut.

Untuk rutenya, Anda bisa mulai dari Jogja. Kemudian lakukan perjalanan melewati Artos Magelang.

Setelah itu ambil jalur menuju Semarang sampai melewati terminal Tidar Magelang. Setelah itu belok kanan kalau sudah sampai pertigaan lampu merah. Ini ditandai dengan jalanan menurun.

Ikutilah jalan utama sekitar 20 km sampai memasuki arah Kopeng. Perjalanan tetap menyenangkan, karena hawa dingin dan gugusan gunung sepanjang jalan memanjakan mata.

Anda juga akan melewati tanjakan. Sampai akhirnya menjumpai papan arah bertuliskan Dalangan. Ambil arah ke kiri sampai menemukan pertigaan kembali. Setelah itu, ambil arah kiri kembali.

Beberapa menit kemudian, Anda sudah sampai di Pos pendakian gunung Telomoyo. Di sini, ambil arah ke kanan menuju loket. Kira-kira, Anda harus berjalan sekitar 50 meteran.

Untuk biaya masuknya sekitar 5 ribu rupiah permotor. Baru setelah itu, lanjutkan perjalanan untuk menuju puncaknya.

Menuju Puncak Telomoyo Menggunakan Sepeda Motor

Sesampainya di pos pendakian, Anda punya dua opsi untuk sampai puncak. Yakni berjalan kaki atau naik kendaraan.

Bagi yang tak mau kecapekan, menggunakan kendaraan adalah pilihan tepat. Namun disarankan untuk membawa sepeda motor saja.

Kenapa? Karena jalannya berkelok, menanjak dan sempit. Jalananannya hanya muat untuk satu kendaraan roda empat. Kalau sampai berpapasan dengan kendaraan yang sama, ribetnya minta ampun.

Yang perlu dipersiapkan, pastikan kendaraan on fire. Jangan gunakan kendaraan matic, bisa berabe. Medannya yang terjal dan terus menanjak bisa membuat kendaraan seakan tak bertenaga.

Kemudian, pastikan jangan membuang sampah sembarangan. Setidaknya, ini adalah bagian dari tanggung jawab setiap pengunjung untuk terus menjaga keasrian lingkungan.

Demikianlah yang bisa kami sampaikan. Kalau sudah sampai di puncak Gunung Telomoyo, jangan lupa ambil foto, atau ngecamp sebentar. Oh ya, lahannya agak sempit, dan hanya sekitar 6-8 tenda yang bisa didirikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *