gunung ungaran

Gunung Ungaran cocok sekali dikunjungi oleh pendaki pemula. Selain memiliki ketinggian sedang, estimasi biayanya juga lebih ringan. Menariknya, panoramanya tak kalah indah dengan pegunungan lainnya.

Bagi yang baru tertarik mendaki, sangat direkomendasikan untuk melakukan pendakian ke gunung kecil. Pendakian ini bisa dijadikan bahan latihan adaptasi, sampai uji ketahanan tubuh di pegunungan.

Kalau dirasa mampu beradaptasi dengan baik, Anda baru diperkenankan untuk naik gunung yang lebih tinggi. Setidaknya, ini adalah permulaan yang baik untuk para pendaki pemula.

Salah satu pilihan area pendakian yang pas untuk pemula adalah mendaki gunung Ungaran Semarang ini. Ketinggiannya sedang, biaya murah, ada sumber air, dan tidak memakan waktu yang lama.

Tapi harus diingat, pendakian tidak semudah yang dibayangkan. Meskipun terbilang pendek, nyatanya jalurnya cukup menanjak. Kadang membuat pendaki pemula gemetaran sehingga disarankan untuk melatih fisik terlebih dahulu.

Di sini, kami akan menunjukkan beberapa jalur pendakian ke puncak gunung Ungaran. Tapi sebelumnya, mari simak gambaran dan misteri yang ada di pegunungan tersebut.

Sekilas Tentang Gunung Ungaran, Semarang

Pegunungan Ungaran merupakan salah satu gunung berapi. Gunung ini terletak di kawasan Ungaran, Semarang. Ketinggiannya sekitar 2050 mdpl.

Melihat catatan sejarah, gunung ini memiliki banyak nama. Diantaranya adalah Karundungan, Karurungan/Karungrangan, Karungrungan, Kroenroengan, sampai Ngroengroengan.

Apapun itu namanya, saat ini dikenal sebagai Ungaran. Sebuah kawasan di Semarang, Jawa Tengah yang memiliki sejumlah area menarik. Yakni bukan hanya gunung saja, melainkan tempat wisata yang menarik setiap pengunjung.

Pegunungan pendek ini diklaim pernah meletus yang menyebabkan sepertiga bagian puncaknya hilang. Namun belum ada catatan mengenai kapan letusan itu terjadi.

Yang pasti, gunung ini termasuk dalam gunung berapi yang sewaktu-waktu bisa erupsi. Hal ini dibuktikan dengan terdapatnya sumber air panas yang berada di kaki gunungnya.

Saat ini, para pendaki pemula nampaknya sangat tertarik untuk berkunjung di kawasan tersebut. Bukan hanya sekedar mendaki dan mendapatkan keindahan panoramanya, namun juga berlibur di area sekitar.

Pasalnya, Ungaran sendiri memiliki banyak kawasan wisata menarik. Diantaranya adalah Candi Gedong Songo, Bandungan, Umbul Sidomukti dan lain sebagainya.

Keindahan Alam di Gunung Ungaran

Berkegiatan di alam itu memiliki banyak tujuan. Selain ditujukan untuk menjaga lingkungan seperti pecinta alam, ada juga yang ditujukan untuk sekedar menikmati panoramanya saja.

Namun jangan pernah mengatakan kalau pendaki itu hanya menikmati panormanya saja. Itu hanya sebuah bonus yang dijumpainya di alam. Bagi pendaki professional, kegiatan mendaki ditujukan untuk menemukan jati dirinya.

Di sana, pendaki bisa belajar tentang arti hidup yang sebenarnya. Rintangan di depan mata, sampai solusi untuk mengatasinya, bahkan belajar berterimakasih atas apa yang dikaruniakan Tuhan padanya.

Namun di sini, kami tidak membagikan secara khusus mengenai tujuan dari pendakian. Tapi lebih mengedepankan apa yang bakal Anda temukan manakala mendaki Ungaran ini. Tentu saja, keindahan alamnya.

Keindahan alam yang dikejar oleh para pendaki salah satunya adalah sunrise. Ketika matahari terbit, pancaran sinar merah dari kejauhan akan sangat indah. Keindahan inilah yang membuat pendaki merasa sangat tenang.

Selain itu, gunung-gunung terdekat berjejeran dengan gagahnya. Pendaki gunung ungaran bakalan melihatnya ketika sampai di puncak. Khususnya bila cuacanya mendukung.

Tidak hanya itu saja, landscape kawasan Semarang juga bisa terlihat dari puncak gunung. Ini menjadi bonus sendiri bagi setiap pendaki. Tak ayal panorama ini biasanya diabadikan oleh pendaki dalam bentuk foto maupun video.

Misteri Gunung Ungaran

Gunung pendek yang berada di Ungaran ini menyimpan sejumlah cerita menarik. Setiap pendaki harusnya tahu mengenainya. Setidaknya, cerita ini bisa dijadikan sebagai bahan renungan ataupun sebagai informasi agar berhati-hati di kawasan tersebut.

Ada banyak sekali Misteri gunung Ungaran ini. Diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  • Kuburan Dari Prabu Dasamuka

Prabu Dasamuka merupakan salah satu tokoh pewayangan yang dikenal luas di masyarakat Jawa. Kisahnya menceritakan tentang sebuah perkelahian sengit yang terjadi antara Dasamuka dan Hanoman.

Dasamuka kala itu menculik Dewi Shinta yang notabenenya adalah kekasih Rama. Dan Rama mengutus Hanoman untuk mengambilnya kembali.

Pertarungan tidak terlelakkan. Dan Dasamuka yang terbilang sakti harus takluk di hadapan Hanoman.

Pada kisah ini, Dasamuka dinilai tidak mati meskipun harus berjibaku dengan sejumlah senjata. Akhirnya, Hanoman menimbunnya dengan gundukan yang dikenal sekarang sebagai Gunung Ungaran ini.

Sampai saat ini, masyarakat percaya dengan kisah ini. Bahkan ada yang menjelaskan kalau rintihan dari Dasamuka sering terdengar dari dalam sumber mata air belerang di kaki gunung tersebut.

  • Sosok Macan Kumbang Misterius

Belum jelas apakah macan kumbang yang ada termasuk hewan asli atau jadi-jadian. Yang pasti, gunung menjadi tempat sempurna untuk sejumlah hewan buas. Bahkan menjadi tempat para penghuni alam gaib.

Beredar sebuah cerita dari seorang pendaki yang pernah melihat sosok macan kumbang ini. Penampakannya seperti macan kebanyakan. Warnanya hitam dengan mata hijau menyala.

Macan ini dijumpainya di sebuah perkebunan kopi dekat kuburan tua. Ketika itu, salah seorang pendaki yang tidak dikenal namanya dilihat oleh macan dengan tatapan tajam.

Namun Pendaki menutup mata kala itu. Kemudian macan tersebut lantas hilang entah kenapa setelah pendaki membuka matanya.

Dilihat dari ceritanya, ini bisa jadi bahan renungan untuk berhati-hati. Kalaupun hewan yang dilindungi, tentu biarkan saja. Jangan mengusiknya agar hewan ini tidak mencederai pendaki.

  • Keberadaan Candi Promasan

Candi Promasan ini biasanya dikunjungi para pendaki sebagai tujuan akhir. Candi ini dipercaya warganya sebagai tempat yang sakral.

Jika dilihat dari bentuknya, ini bukanlah sebuah bangunan candi. Melainkan sebagai tempat pemandian (kamar mandi). Hanya saja, ada patung kecil yang diletakkan di dalamnya.

Konon diceritakan bahwa orang yang mandi di candi ini bisa panjang umur. Malahan, ada yang mengatakan kalau penyakit yang diderita seseorang akan lenyap manakala mandi dengan air tersebut.

Tapi yang pasti, kesemuanya itu berkat kemurahan Tuhan. Ingat ya. Kesembuhan datangnya dari Tuhan, namun sebab kesembuhan bisa datang dari manapun.

Untuk letaknya sendiri, Candi Promasan ini berada di Desa Ngresepbalong, Kec Limbangan Kendal. Kalau Anda habis mendaki gunung Ungaran, tidak ada salahnya untuk mampir sebentar ke tempat ini.

  • Keberadaan Gua Jepang

Misteri gunung Ungaran yang selanjutnya ada di dekat kebun teh. Yakni keberadaan dari gua Jepang ini.

Gua ini memiliki 3 pintu utama yang fungsinya sebagai ventilasi. Panjang lorongnya mencapai 150 meteran.

Konon, ada hal-hal gaib yang bisa dirasakan oleh para tamu yang berkunjung. Mulai dari mendengar suara rintihan, sampai melihat penampakan tentara Jepang yang sedang berbaris.

  • Kemistisan Candi Gedongsongo

Candi Gedong Songo ini letaknya ada di lereng gunung Ungaran. Candi ini dipercaya sebagai bangunan pemakaman. Ini dibuktikan dengan banyaknya abu yang bertebaran di sekitarnya.

Aura kemistisan candi ini bermula dari cerita-cerita yang beredar di masyarakat. Konon diceritakan kalau candi ini ada penunggunya.

Ada dua sosok yang dikenal luas masyarakat. Pertama adalah Mbah Murdo yang dipercaya bersemayam di Candi paling atas.

Yang kedua adalah Nyai Gayatri yang menunggui mata air belerang di dekat Candi. Sosok misterius ini dipandang sebagai penjaganya.

Diceritakan kalau dulu pernah ada orang yang buang air kecil di sekitar mata air tersebut. Kala itu, orang tersebut merasakan ada cekikan yang kuat. Ketika dibawa ke orang pintar, kejadian ini dilakukan oleh Nyai Gayatri.

Sebagai tamu, harusnya Anda lebih sopan. Jangan membuat kegaduhan yang menyebabkan penghuninya jengkel. Itu jauh lebih bijak dari pada kena masalah sendiri.

  • Pantangan Yang Membangkitkan Dasamuka

Dasamuka adalah seorang prabu yang berawakan negatif. Dirinya dipercaya telah dikubur hidup-hidup oleh Hanoman. Bahkan, Hanoman dipercaya terus mengawasi kebangkitannya dari Gunung Telomoyo.

Kebangkitan Dasamuka ini dipercaya bisa terjadi apabila orang-orang yang datang tidak mengindahkan pantangannya. Pantangannya adalah membawa dan meminum minuman keras.

Pantangan gunung Ungaran ini berlaku untuk setiap orang. Bila dilanggar, dikhawatirkan Dasamuka yang gemar mabuk-mabukan akan bangkit. Gerakan kecil saja dipandang bisa membuat gempa.

Beberapa Pilihan Mengenai Jalur Pendakian Gunung Ungaran

Anda yang punya niatan untuk mendaki Ungaran, tentu saja perlu tahu informasi mengenai jalurnya. Perlu diketahui bahwa Jalur pendakian gunung Ungaran ini cukup banyak. Diantaranya adalah melalui Gedong Songo, Jimbaran (basecamp Mawar), dan Promasan.

Untuk Jimbaran dan Promasan merupakan jalur resmi. Biasanya sangat ramai untuk dilewati pendaki. Sementara jalur Gedong songo ini tidak, tapi bisa lebih cepat untuk sampai ke puncak. Hanya saja, tidak direkomendasikan bagi yang tidak memahami jalur.

  1. Jalur Pendakian Ungaran Via Mawar

Pendakian Ungaran via Mawar (Pasar Jimbaran) termasuk yang paling populer. Estimasi waktu yang dibutuhkan dari basecamp mawar ke Puncak Ungaran sekitar 4 jam. Tergantung ritme perjalanan pendaki.

  • Cara Sampai ke Basecamp Mawar

Sebagai salah satu jalur terpopuler, tentu akan ramai sekali para pendaki. Ini bisa dibilang cocok bagi pendaki pemula. Karena kemungkinan tersesat jauh lebih kecil.

Untuk sampai di basecamp ini, mulailah perjalanan dari pusat Kota Semarang. Di sini, naiklah kendaraan menuju Ungaran. Sesampainya di kawasan tersebut, lanjutkan sampai pom bensin Lemah Abang.

Beberapa meter lagi, Anda akan menemukan gapura bertuliskan Kawasan Wisata Candi Gedong Songo. Masuklah sampai ke Pasar Jimbaran.

Dari pasar Jimbaran, masuklah ke gang yang ditandai dengan gapura bertuliskan Wisata Umbul Sidomukti. Gang ini letaknya persis di depan pasar Jimbaran.

Di sini, Anda akan melewati Umbul Sidomukti. Cukup teruskan perjalanan, maka sampailah di Basecamp Mawar tersebut.

Kalau sudah sampai, cek bawaan Anda dan jangan lupa untuk melakukan pendaftaran. Untuk rute yang bakal dilewati, silahkan periksa di ungaran via pasar Jimbaran (mawar) ini.

  • Info sekitar Jalur Mawar

Ketika Anda datang ke basecamp mawar, Anda harus tahu beberapa hal ini. Pertama, jalur di kebun teh dialihkan. Tapi bila memaksa masuk lewat jalur tersebut, pendaki bakal ditarik tiket masuk.

Kedua, jalur baru ini lebih berat lantaran medannya kebanyakan menanjak. Ketiga, sumber air yang tersedia letaknya di sekitar Pos Pronojiwo.

Keempat, pendaki diminta untuk mengeluarkan sejumlah uang di beberapa tempat. Diantaranya adalah tiket masuk Umbul Sidomukti, tiket pondok kopi, tiket masuk basecamp. Kemudian tiket melewati kebun teh kalau memutuskan lewat kawasan tersebut.

  1. Jalur Pendakian Ungaran Via Promasan

Jalur menuju puncak gunung ungaran yang selanjutnya adalah melalui Medini atau Promasan. Jalurnya cukup mudah, biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 4 jam perjalanan dari titik awal pendakian.

Lokasi basecempnya sendiri berada di Gonoharjo, Kendal. Untuk sampai ke Gonoharjo, Anda perlu menaiki angkutan ataupun kendaraan pribadi.

Diasumsikan Anda datang dari pusat Kota Semarang. Naiklah bus kecil yang melaju ke arah Boja. Turunlah  di pertigaan yang menunjukkan arah ke Gonoharjo.

Kalau sudah, naik angkutan kembali menuju desa Gonoharjo. Sesampainya di desa tersebut, Anda bisa naik ojek ataupun jalan kaki agar sampai ke Bumi Perkemahan.

Kalau tidak membawa kendaraan sendiri, bumi perkemahan Gonoharjo inilah yang menjadi titik awal perjalanan mendaki.

Para pendaki akan berjalan kurang lebih 20 menitan menuju Basecamp Medini. Registrasi dulu, kemudian lanjutkan perjalanan sampai ke Basecamp Promasan.

Medan yang bakal dilalui pendaki adalah hutan dan kebuh teh. Tapi ini bakalan mengasyikkan karena treknya lumayan ringan.

Sesampainya di basecamp Promasan, pendaki bisa mengisi perut terlebih dahulu. Kalau sudah kenyang dan capeknya hilang, silahkan lanjutkan menuju puncaknya. Estimasi waktu yang dibutuhkan dari basecamp Promasan ke Puncak Ungaran sekitar 2,5 jam saja.

  1. Jalur Pendakian Ungaran Via Gedong Songo

Sebenarnya, jalur pendakian gunung ungaran via Gedong Songo bukanlah jalur resmi. Pendaki yang tidak tahu medan lebih baik tidak menggunakan jalur tersebut.

Memang akan lebih cepat, namun medannya lebih berat dan belum ada patokan jalur yang memudahkan para pendaki. Karena jalur ini adalah jalur para warga ketika mencari kayu.

Untuk sekedar informasi saja, Anda bisa datang dengan pendaki yang sudah biasa lewat sini. Untuk lokasinya berada di desa Darum, Kelurahan Candi Bandungan.

Cara sampai ke Gedong Songo bisa dilakukan dengan alat transportasi. Rutenya dimulai dari Ungaran, Bandungan dan Gedong Songo.

Kurang lebih, itulah yang bisa disampaikan di sini. Anda boleh kok untuk coret-coret di komentar untuk melengkapi informasi di atas. Setidaknya, ini bukan vandalisme, tapi merupakan bagian informasi penting untuk sahabat pendaki baru yang ingin naik ke gunung Ungaran.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *