Alat Alat Mendaki Gunung Paling Sering Dilupakan Pendaki

pusing

Alat alat mendaki gunung tentunya wajib dibawa, gunanya untuk mempermudah pendakian sekaligus membantu meminimalkan kekacauan setelah berada di tengah perjalanan. Namun disadari atau tidak, ada sejumlah perlengkapan yang biasa dilupakan oleh pendaki. Tahukah apa itu?

Ga kebayang kalau peralatan utama bisa dilupakan bukan? Kalau tenda hampir tidak akan pernah terlupa, karena memang ini peralatan utama yang nantinya dijadikan sebagai tempat berlindung.

alat alat mendaki gunung

Kalaupun tidak ada tenda, sleeping bag jadi alternatif. Toh masih bisa digunakan untuk melindungi diri dari kedinginan saat beristirahat. Hanya saja, yang paling umum digunakan adalah tenda.

Kenapa? Perlengkapan ini cukup praktis, satu tenda saja bisa digunakan oleh 2 sampai 3 pendaki. Jadi, satu anggota saja yang membawa akan cukup untuk memberikan rasa aman.

Beda kalau sleeping bag, perlengkapan ini hanya khusus untuk satu pendaki. Jadinya, setiap pendaki wajib membawa sendiri-sendiri.

Baca Juga : Peralatan Mendaki Yang Sebaiknya Dibawa Masing-Masing Pendaki

Terlepas dari peralatan utama ini, ada beberapa perlengkapan yang bisa dikatakan penting tapi sering dilupakan. Perlengkapan tersebut antara lain sebagai berikut ini.

Mantel / Jas Hujan

Tindakan jaga-jaga jelas lebih baik. Toh kenyataannya cuaca di gunung jelas beda dengan cuaca di perkotaan. Hujan bisa turun kapan saja, walaupun di musim kemarau sekalipun.

Tubuh basah kuyup tentu bakal menjadi kendala. Tubuh akan kedinginan, mau melanjutkan perjalananpun kurang baik.

Karena dikhawatirkan tubuh akan mengalami masalah. Akibatnya, pendaki tidak bisa sampai di puncak sebagaimana yang direncanakan.

Maka dari itu, adakalanya baik buat pendaki untuk terus membawa mantel ini. Toh perlengkapan ini cukup ringan dibawa, dan kemungkinan digunakannya sangatlah besar.

Penghangat Tubuh

Di pegunungan, rasanya akan sangat dingin. Bahkan bisa menembus di kulit sehingga kemungkinan kedinginan sangatlah besar.

Penggunaan jaket biasa jelas tidak berpengaruh sama sekali. Makanya, jaket khusus pendakian yang bisa mengatasi dinginnya pegunungan harusnya diperhatikan.

Tak hanya itu saja, balsam maupun minuman seperti jahe hangat juga harus dipersiapkan. Tujuannya tentu saja untuk menghangatkan tubuh selama di perjalanan. Terutama ketika mau istirahat malam, atau ketika di pagi hari.

Alat Penerangan

Biasanya puncak pendakian dilakukan di malam hari. Jalanan tentunya akan gelap gulita. Dan mengandalkan insting untuk berjalan bukanlah ide yang baik.

Pendaki butuh alat bantu penerangan agar jalanan yang dilalui benar. Bahkan alat penerangan ini bisa membantu pendaki untuk mengamankan dirinya dari berbagai masalah.

Banyak sekali jenis alat penerangan. Contohnya adalah senter. Tapi harus diingat, senter yang digunakan harusnya punya daya tahan lebih lama.

Kalaupun tidak, pastikan punya cadangan alat penerangan lainnya. Ataupun memiliki cadangan baterai yang bisa digunakan untuk mencharge kembali senter tadi.

Bisa dibayangkan kalau Anda kelupaan bawa senter. Pastinya perjalanan Anda akan tertahan, dan waktu pendakian ke puncak akan memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan pendaki lain yang melengkapi peralatannya ini.

Kantong Plastik

Perlengkapan paling sering dilupakan adalah kantong plastik. Ingat ya, jangan sampai menumpuk sampah di pegunungan, apalagi sampai membakarnya di sana.

Membakar sampah bisa mengakibatkan kebakaran besar. Jika terjadi demikian, Anda akan kesulitan untuk kembali ke rumah. Dan ini tentu bukan pilihan bijak buat setiap pendaki.

Opsi paling baik untuk menjaga lingkungan yang tetap bagus adalah menyediakan kantong plastik ukuran lebih besar. Gunanya adalah sebagai tempat menyimpan sampah semisal plastik dari sisa mie instan atau jahe sasetan dan makanan lainnya.

Itulah beberapa perlengkapan tambahan yang terkadang sering dilupakan. Jadi, sebelum mendaki, buatlah daftar alat alat mendaki gunung secara matang agar tidak kelupaan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*