Mendaki gunung mulai populer. Saking populernya, hampir setiap waktu ada saja yang melakukan pendakian. Baik itu pendaki lama ataupun pemula.

Bagi pendaki yang sudah malang melintang di gunung, pendakian biasanya dilakukan untuk mengobati kerinduannya. Segala macam aturan tentu sudah dipahami. Bahkan, hal tabu yang ga boleh dilakukan pastinya diketahui.

Ya, orang biasanya belajar dari pengalaman. Tapi bagi Anda yang baru naik gunung, alangkah baiknya belajar dari pengalaman orang lain saja. Anda tidak harus mengalaminya, cukup dapatkan pelajaran berharga yang diceritakan oleh orang lain.

Kenapa? Karena pelajaran tentang kehidupan di alam sangatlah berat. Banyak yang mengalami kejadian tidak terduga, dan kadang berujung pada hal-hal yang dikhawatirkan pendaki selama ini. Contohnya adalah tersesat dan tak kembali.

Apabila Anda ingin melakukan pendakian. Entah di gunung manapun. Sebaiknya jangan lakukan hal-hal berikut ini.

Pertama, Ngomong Ngawur/Memaki di Pegunungan

Memaki di gunung itu bukanlah hal yang baik. Mengeluhpun harus dijaga. Setidaknya, jangan sampai keluar dari mulut.

Karena terkadang apa yang Anda ucapkan bisa jadi kenyataan. Khususnya bila Anda berada di pegunungan yang terkenal masih sangat mistis. Dan uniknya, gunung di Indonesia ini bisa dibilang tingkat kemistisannya sangat tinggi.

Ngomong jelek seperti memaki dianggap bisa mengusik penghuni gunung tersebut. Ketika penghuninya mulai terusik, kemungkinan besarnya adalah Anda akan terganggu perjalanan ke puncak.

Contohnya ada yang disesatkan, ada yang merasa dibuntuti, sampai ditemani seseorang yang dianggap mirip dengan temannya. Akhirnya, Anda akan berjalan ke medan yang tidak seharusnya.

Kedua, Buang Air Sembarangan

Mendaki gunung sebenarnya penuh aturan. Masalahnya, tidak semua pendaki mengenal aturan tersebut. Apalagi mentaatinya. Contohnya adalah buang air sembarangan.

Ketika buang air, sebaiknya Anda tidak melakukannya di sembarang tempat. Kalau mau buang air, ada kalanya meminta ijin. Siapa tahu ada penghuni tak kasat mata yang berada di sekitar.

Kalau ingin cara termudah, carilah spot yang biasa dijadikan tempat untuk buang air. Itu jauh lebih masuk akal.

Kenapa? Karena dikhawatirkan penghuni gunung yang sebenarnya merasa terganggu dengan Anda. Akibatnya, Anda akan diganggu selama perjalanan. Ini akibat dari penghuninya tidak menerima prilaku negatif Anda selama bertamu di pegunungan.

Ketiga, Meninggalkan Sampah di Pegunungan

Sebagian pendaki masih saja bandel untuk urusan buang sampah. Kadang sampah dibiarkan berserakan di mana-mana. Parahnya, pendaki biasanya membuangnya sekehendak hati.

Ini sangat tidak dibenarkan. Buang sampah di gunung hanya akan membuat gunung menjadi tidak menarik lagi. Paling parahnya, sampah ini bisa saja turun dan menimbulkan masalah ketika musim penghujan tiba.

Sebagai penggiat alam yang cerdas, sudah sebaiknya jika Anda mempersiapkan sedari awal kantong sampah. Sampah dari sisa makanan yang Anda bawa bisa dimasukkan ke dalam kantong dan dibawa turun kembali.

Keempat, Mengabaikan Petuah dari Tetua Kampung

Tetua kampung tentunya tahu seluk beluk dari gunung. Setidaknya, aturan-aturan menjaga kesopanan di gunung telah dipahami. Dan biasanya akan diinformasikan pada siapa saja yang akan melakukan pendakian.

Ketika Anda mendapatkan informasi ini, hormatilah apa yang diinformasikan oleh para tetua kampung. Ini ditujukan untuk meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan selama melakukan pendakian.

Kelima, Jumlah Ganjil Untuk Melakukan Pendakian

Ini menjadi hal yang sangat tabu di kalangan beberapa pendaki. Pendakian ke gunung sebaiknya tidak dilakukan dengan jumlah ganjil. Maksudnya, personilnya tidak diperkenankan ganjil seperti 3, 5, 7 orang dan seterusnya.

Kenapa? Ada yang beranggapan jika jumlah ganjil ini biasanya akan bermasalah di perjalanan. Untuk menggenapinya, kadang ada penghuni gunung yang menemani. Atau, salah satu pendaki akan menemukan keganjilan saat berjalan.

Untuk yang kelima ini, benar tidaknya masih belum bisa dibuktikan. Tapi beberapa orang mengalami hal tersebut. Oleh karenanya, sebaiknya hindari hal-hal yang tabu supaya kegiatan mendaki gunung lebih nikmat dan aman.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *