Cara Memotivasi Diri Saat Pandemi Ala Pendaki Gunung

memotivasi diri saat pandemiMemotivasi diri saat pandemi seperti sekarang sangat dibutuhkan. Keterbukaan serta kebesaran hati akan membantu dalam memunculkan keceriaan. Beban dan kekhawatiran akan hilang dengan sendirinya.

Tetap tenang. Itulah kunci dalam menghadapi tantangan. Itupun dibutuhkan para pendaki manakala menjumpai rintangan berat.

Prinsip hidup yang kuat harus ditanamkan setiap saat. Karena itulah yang dibutuhkan oleh setiap orang. Terlebih untuk keluar dari sejumlah permasalahan.

Banyak hal untuk dilakukan demi bisa mengusir rasa ketakutan di saat pandemi. Nampaknya, pecinta alam memiliki kelebihan dalam hal ini. Mau tahu seperti apa resepnya dalam melewati setiap tantangan ini?

Tips Memotivasi Diri Ala Pendaki

Ada banyak hal untuk dibagikan pada orang lain. Terkhusus dalam memotivasi diri sendiri. Ini bisa ditiru agar Anda bisa melewati kondisi yang sedang terjadi.

Memang ketakutan selalu ada. Tapi, kondisi tersebut tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut. Karena mengingat hal buruk hanya akan membuat Anda semakin terpuruk.

Salah satu cara untuk mengusir kecemasan ialah dengan terus menanamkan rasa optimis dalam diri. Optimisme tinggi menjadi keharusan.

Biasakan untuk selalu memandang ke masa depan. Tetap melangkah, dan biarkan semuanya berlalu seiring dengan waktu. Nantinya, Anda akan sampai ke puncak dimana kebahagiaan akan nampak di wajah Anda.

Sama halnya dengan pendakian. Hampir setiap pendaki akan menjumpai medan yang sulit. Bahkan, tak jarang harus menemui kondisi yang paling berbahaya.

Tersesat, kehabisan bekal, sampai terluka sudah hal biasa. Tetapi pendaki yang bermental baja akan terus optimis untuk memandang ke depan.

Alasannya ialah puncak sudah semakin dekat. Tujuan yang selama diimpikan akan segera terwujud.

Selain optimisme tinggi, bekalan teknik pengendalian diri serta teknik pendakian juga harus terus diasah. Pengendalian diri akan membuat fikiran tetap tenang. Begitupun dengan pemahaman akan teknik pendakian yang akan berujung pada kemantapan dalam menapakkan kaki secara bergantian.

Ini juga bisa ditiru oleh siapa saja yang sedang mengalami keterpurukan ataupun kecemasan. Setiap orang harus mampu mengendalikan perasaannya. Jangan biasakan untuk mengikuti perasaan yang halu atau fikiran yang negatif.

Kendalikan perasaan tersebut. Alihkan pada sesuatu yang bisa membuat asa/harapan meningkat. Dengan begitu, kegelisahan yang selama ini terjadi akan sirna.

Sama halnya dengan pemahaman akan teknik pendakian. Teknik ini ditujukan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai hal. Teknik ini tentunya didapatkan dari belajar memahami, mau mempraktekkan, dan berani mengambil tindakan.

Di kala pandemic, Anda juga disarankan untuk terus mempersiapkan diri dengan matang. Pembelajaran tentang bagaimana cara bertahan dan komitmen untuk melakukan sesuatu yang berguna merupakan sebuah keharusan.

Yang terakhir ialah selalu memanjatkan doa dan terus mengucap syukur. Ini penting dalam kehidupan. Biasanya akan diterapkan oleh pendaki, dan tentunya sangat berguna untuk kehidupan pada umumnya.

Itulah yang bisa Anda coba untuk memotivasi diri saat pandemi. Selalu berfikir positif, dan terus melangkah untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Sending
User Review
0 (0 votes)

Leave a Comment