Hal Yang Harusnya Dilakukan Ketika Mulai Mendaki

persiapan sebelum mendaki

Mendaki gunung itu ada aturannya. Aturan dibuat untuk memperbesar presentase keamanan dan keselamatan selama mendaki. Oleh karena itu, calon pendaki sebaiknya tidak mengabaikannya.

Repot?

Harusnya tidak! Kenyataannya, aturan ini sangat berguna dalam kegiatan naik gunung. Aturan ini hanya sebagai pembatas agar Anda lebih aman berjalan di alam.

Aturan-aturan ini meliputi langkah-langkah apa saja yang sebaiknya dilakukan. Baik itu langkahnya mempersiapkan diri sebelum pendakian, maupun selama dalam perjalanan.

Sebelum mendaki, wajib bagi Anda untuk melakukan perencanaan yang matang. Untuk informasi mengenai planningnya, Anda bisa menengoknya pada pembahasan tentang tips sebelum mendaki ini.

Setelah itu, Anda perlu mempertimbangkan hal ini untuk memperoleh kenyamanan selama pendakian. Diantaranya adalah sebagai berikut ini.

Pertama, Gunakan Sepatu Dan Pakaian Standar Pendakian

Sepatu mendaki memang wajib dibawa. Anda juga bisa menggunakan sandal mendaki. Tapi sepatu agaknya lebih mumpuni dibanding sandal. Karena sepatu cukup kuat untuk menempuh medan yang berat.

Jangan sampai membawa sandal jepit. Itu cukup beresiko. Malahan, beberapa gunung sudah melarangnya. Contohnya adalah larangan memakai sandal jepit bagi yang mau bertandang ke gunung Merbabu.

Nah, sepatu ini sudah banyak dijual luas di pasaran. Baik secara konvensional, maupun online. Anda cukup membeli satu saja. Yang terpenting, ukurannga sesuai, lebih kuat dan tentunya ringan.

Biasanya sepatu yang punya kualitas bagus jauh lebih ringan tapi mahal. Anda perlu merogoh saku cukup dalam. Tapi, tak apalah keluar duit lebih, toh itu untuk dikenakan selamanya.

Selain sepatu, jangan lupakan untuk mengenakan pakaian pendakian. Baju pendakian ini meliputi jaket pendakian yang hangat. Fungsinya supaya tubuh tetap hangat. Angin malam tidak bisa menembus kulit sehingga resiko hipotermia tidak terjadi.

Ingat, tidak ada satupun pendaki yang ingin mengalami hipotermia. Resikonya terlalu berat dan penanganannya juga rumit. Oleh karenanya, memakai pakaian khusus adalah pilihan yang sangat bijak.

Masalahnya, tidak sedikit pendaki yang menyepelekan pakaian. Padahal, pakaian ini menentukan kenyamanan dalam perjalanan. Minimal, Anda bisa berjaga-jaga sendiri dari hal-hal yang tidak diharapkan.

Kedua, Mendakilah Dengan Guide/Senior

Buat pendaki perdana, sudah barang tentu kalau guide atau senior sangat diperlukan. Jangan coba-coba sendiri. Karena suasana di pegunungan sangat berbeda dengan perkotaan.

Anda akan menjumpai medan yang kadang sangat tidak bersahabat. Rutenya juga kadang tidak begitu jelas. Apalagi jika suasana di perjalanan sedang berkabut. Anda akan kesulitan untuk meneruskan perjalanan.

Menyadari hal tersebut, usahakan untuk naik gunung dengan para senior ataupun guide. Paling tidak, salah satu rekan rombongan sudah ada yang pernah mendaki di gunung yang dituju. Itu sudah lebih dari cukup. Tapi, semakin banyak juga akan lebih baik.

Yang paling penting, Anda dan senior saling memahami dan kooperatif. Kebersamaan inilah yang membuat perjalanan semakin menyenangkan. Sebagai pendaki, temukan serta cari teman mendaki yang sejalan.

Ketiga, Berjalanlah Di Jalur Pendakian Yang Ditentukan

Aturan mutlak yang harus ditaati setiap pendaki ialah  berjalan di jalur yang sudah ada. Jangan sekali-kali mencoba untuk menemukan jalur baru. Apalagi Anda tidak mengenal karakteristik medannya dengan baik.

Biasanya, ada banyak jalur pendakian di gunung. Cukup tentukan salah satu rute yang Anda inginkan. Kemudian, berjalanlah mengikuti jalurnya sampai menuju puncaknya.

Untuk informasi rute yang diambil, Anda sudah bisa menemukannya di beberapa media informasi. Atau Anda juga bisa menanyakan secara langsung ketika berada di pos penjagaan.

Tapi yang paling pas adalah mencari informasi secara mendetail dari berbagai media seperti internet. Baru setelah itu pastikan untuk bertanya langsung di pos pendaftaran.

Keempat, Pasang Tenda Di Tempat Yang Diijinkan

Di gunung terdapat pos-pos peristirahatan. Anda bisa beristirahat di pos tersebut. Anda juga bisa mendirikan tenda dengan catatan ada tempat yang lapang. Kalau belum sampai di pos tersebut, upayakan untuk terus berjalan sampai menjumpai pos tersebut.

Biasanya, informasi mengenai lokasi peristirahatan sudah dijelaskan di papan informasi di pos pendaftaran. Jadi, bacalah sekilas. Paling tidak Anda bisa menentukan dari awal dimana Anda akan mendirikan tenda di tengah perjalanan.

Kelima, Jangan Membuat Api Unggun

Jangan sekali-kali mencoba untuk membuat api unggun dengan alasan mendinginkan suasana atau hal semacamnya. Menyalakan api dengan kayu bakar bisa memicu kebakaran hebat. Karena di atas gunung, biasanya terkadang muncul angin kencang secara tiba-tiba.

Sudah banyak kejadian tentang kebakaran hutan sejauh ini. Pemicunya kadang dari hal-hal yang kecil. Contohnya membuang puntung ro**k sembarangan.

Meskipun terbilang remeh, tetapi itu mampu memicu kebakaran. Apalagi jika Anda sampai menyalakan api yang terlalu besar. Kemungkinannya sangat besar dan ini sangat tidak diharapkan oleh siapapun.

Keenam, Salah Satu Rombongan Perlu Bawa Kantong Sampah

Jangan kotori hutan dengan sampah-sampah semisal plastik. Itu tindakan yang tidak diperkenankan. Tentu saja hal itu tidak sesuai dengan jiwanya seorang petualang sejati.

Sampah-sampah yang dibuat perlu dimasukkan dalam kantong sampah. Setelah itu, bawalah turun dan buang di tempat yang sudah disediakan.

Ketujuh, Patuhi Aturan Adat

Biasanya ada aturan adat di pegunungan. Hal itu berhubungan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Ingat, gunung masih menyimpan hal-hal mistis. Banyak kisah misterius yang masih dipercaya oleh masyarakat setempat. Siapapun yang berkunjung harusnya menghormatinya. Ibarat bertamu ke rumah orang, Anda harusnya menjaga kesopanan.

Hormatilah dan jangan melanggar hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan. Kenapa? Karena tidak sedikit orang yang melanggar pantangannya, kemudian hal-hal negatif mengikutinya. Entah itu tersesat ataupun mengalami hal-hal yang tak terduga.

Kedelapan, Berdoalah Sebelum Mendaki

Awali perjalanan dengan memanjatkan doa. Mintalah pertolongan pada Tuhan yang maha kuasa agar dimudahkan dalam segala urusan.

Doa bisa menjadi penguat mental di setiap langkah. Setidaknya, Anda telah meminta pertolongan dan mempercayai jika Anda selalu dalam lindunganNya.

Kesembilan, Utamakan Keselamatan Diri

Poin terakhir ini meliputi banyak hal. Bahkan bisa dikatakan merangkum prosedur yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Mengutamakan keselamatan diri bisa berupa melengkapi perlengkapan. Bisa juga berupa kesiapan mental dan fisik.

Kemudian yang tak kalah penting, bawa persiapan obat pribadi jika punya masalah dengan kesehatan.

Tak hanya itu saja, bawa juga alat navigasi seperti kompas. Gunanya untuk memandu dalam mengetahui arah serta memastikan diri kalau jalan yang dilalui benar.

Oh ya, kalau sudah di puncak gunung, jangan lupa abadikan petualangan. Paling tidak ambil foto yang menarik, sebarkan pada temen-temen biar pada kepengen hehe…

Demikianlah beberapa aturan yang sebaiknya dikerjakan selama melakukan pendakian. Tujuannya agar pendakian lebih nyaman dan aman.

Sending
User Review
0 (0 votes)