Hipotermia, Kondisi Paling Menakutkan Buat Para Pendaki

hipotermia

Hipotermia menjadi momok paling ditakuti oleh setiap pendaki. Para pendaki seharusnya memiliki persiapan matang untuk meminimalkan munculnya kondisi tersebut. Pasalnya, kondisi ini bisa membuat perjalanan terhambat, yang terparah bisa menyebabkan kehilangan nyawa.

Hipotermia merupakan kondisi dimana tubuh kehilangan panas. Kondisi ini memungkinkan seseorang kehilangan fungsi organ-organ tubuhnya. Parahnya, keadaan ini bisa memburuk dalam waktu yang singkat.

Faktanya, kondisi seperti ini tidak hanya menghantui para pendaki gunung saja. Orang-orang bisa saja mengalaminya di berbagai tempat yang dikunjungi. Dengan catatan, suasana lingkungan teramat dingin.

Ketika berada di lingkungan yang sangat dingin, panas tubuh mulai menurun. Seseorang akan mengalami kedinginan yang ditandai dengan terus menggigil. Akibatnya, seseorang tidak bisa menggerakkan tubuh meskipun dengan gerakan ringan.

Kondisinya bisa menjadi lebih parah. Contohnya, seseorang akan kesulitan untuk bernafas. Ketika penanganannya terlambat, resikonya harus ditebus dengan sangat mahal. Seseorang bisa kehilangan jiwa.

Hal ini tentu saja tidak diinginkan oleh siapapun. Khususnya para pendaki gunung yang hampir selalu dihadapkan pada cuaca ekstrim khas pegunungan. Oleh karenanya, Anda harusnya mempersiapkan diri dengan baik.

Persiapannya bisa berupa fisik, mental, logistik maupun perlengkapan. Jangan lupa untuk mengabaikan tentang bagaimana cara melakukan penanganan awal untuk mencegah kondisi lebih parah bagi yang terkena hipotermia.

Di sini, kami akan bagikan informasi penting bagi Anda yang berniat untuk melakukan pendakian. Informasi ini berupa apa saja yang menyebabkan hipotermia, cirinya serta bagaimana melakukan penanganan awal. Jadi, mari simak baik-baik supaya kegiatan pendakian lebih aman.

Penyebab Hipotermia Di Gunung

Ketika temperature tubuh berubah, yakni berada di bawah titik normal, maka sistem syaraf dan fungsi organ tubuh akan mulai terganggu. Gangguan ini terjadi secara bertahap. Kadang, orang-orang tidak menyadarinya, bahkan cenderung mengabaikannya.

Contoh paling sering adalah kegagalan sistem pernafasan dan terhambatnya sirkulasi jantung. Keduanya merupakan bagian paling vital dalam menunjang kehidupan. Akibat dari masalah tersebut, penderitanya banyak yang tidak tertolong.

Nah, ada beberapa penyebab hipotermia ini. Secara khusus, hipotermia terjadi dari paparan udara yang begitu dingin. Udara ini mampu menembus kulit, dan tubuh tidak mampu menangkalnya dengan baik.

Kedinginan ini bisa menjadi-jadi. Kondisi ini bisa diakibatkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah sebagai berikut ini!

• Kurang teliti ketika mengenakan pakaian selama mendaki gunung

• Kehujanan terlalu lama

• Berada di tengah-tengah kondisi dingin terlalu lama

• Mengenakan pakaian basah terlalu lama

• Jatuh ke kolam

Intinya, hipotermia ini disebabkan oleh kondisi dingin sebuah tempat. Hawa dingin ini serasa menusuk sampai balung sumsum. Kemudian, tubuh tidak mampu mengeluarkan panas. Malahan, panas tubuh menjadi semakin menurun, bahkan sampai di bawah titik normal.

Ciri Ciri Terkena Hipotermia

Hipotermia sudah menjadi tantangan nyata di depan para pendaki. Baik itu pendaki baru maupun pendaki lawas. Dan kondisi ini paling tidak diinginkan lantaran resikonya terlalu besar.

Perlu dipahami bahwa hipotermia terkadang tidak bisa dikenali secara langsung. Kondisi ini bisa datang secara tiba-tiba. Khususnya menyerang pada orang-orang yang daya tahan tubuhnya sedang tidak dalam kondisi bugar.

Walaupun dikatakan sulit, tapi bukan berarti jika kondisi seperti itu tidak bisa dikenali sama sekali. Anda masih bisa melihat gambaran sederhananya jika rekan/Anda sedang mengalami masalah tersebut. Diantara ciri seseorang sedang mengalami hipotermia adalah sebagai berikut.

• Merasa lemas dan terus mengantuk

• Bingung/linglung

• Bicara ga jelas

• Sulit untuk bergerak karena faktor kedinginan

• Nafasnya begitu pendek dan begitu pelan

• Kesadaran pengidapnya semakin menurun

Apabila salah satu ciri di atas mulai terlihat, ada baiknya Anda segera melakukan penanganan. Misalnya berhenti sebentar, dan usahakan untuk menghangatkannya. Dengan melakukan penanganan sesegera mungkin, orang yang mengalami kejadian tersebut bisa tertolong.

Baca Juga: Hal Yang Harusnya Dilakukan Ketika Mulai Mendaki

Cara Mengatasi Hipotermia

Tanggap itu sangat diperlukan ketika salah satu rekan mengalami hipotermia ini. Hentikan terlebih dahulu aktifitas lain. Usahakan untuk lebih perhatian pada rekan. Karena Anda merupakan orang yang paling dibutuhkan saat itu.

Lakukan beberapa hal yang bisa membuat kondisi tubuh penderita kembali stabil. Diantara caranya adalah sebagai berikut ini.

• Berikan nafas buatan ketika pernafasan pengidap mulai hilang

• Pindahkan pengidap ke tempat yang lebih hangat, intinya buatlah mereka menjadi lebih hangat

• Lepaskan pakaian pengidap jika pakaian yang dikenakan basah, kemudian gantilah dengan pakaian yang kering dan hangat

• Tutupilah pengidapnya dengan selimut sebelum membaringkan rekan yang terkena hipotermia

• Berikan minuman hangat, tapi jangan kopi atau minuman beral*o*ol ketika masih sadar

• Kompres bagian leher, dada dan selangkangan dengan air hangat

• Jangan menggosok atau melakukan gerakan kasar, karena bisa mempengaruhi kondisi jantung pengidapnya

Sebelum melakukan pendakian, usahakan untuk mempersiapkan diri dengan baik. Bawalah barang seperlunya. Kemudian jaga kekompakan agar pendakian semakin menyenangkan.

Apabila salah satu merasakan kedinginan hebat, segeralah untuk menghangatkan tubuhnya. Lakukan beberapa cara di atas sesuai kondisinya. Kemudian carilah bantuan jika kondisinya semakin parah. Dengan cara demikian, hal yang tidak diharapkan dari hipotermia bisa dicegah.

Sending
User Review
0 (0 votes)

Leave a Comment