Sejarah Kelam Landasan Pesawat Di Gunung Argopuro

landasan pesawat di gunung Argopuro

Landasan pesawat di gunung Argopuro saat ini hanya nampak sebagai padang ilalang yang sangat luas. Kebanyakan berkabut dan sering tertutup dari sinar matahari. Orang menyebutnya sebagai lembah Cikasur.

Lembah ini menyimpan berbagai cerita mistis. Sama seperti cerita rakyat tentang Putri Rengganis yang mendiami Argopuro bersama dayang dan patihnya.

Landasan ini menjadi saksi bisu dari sejarah masa lampau. Yakni menunjukkan bukti kurang manusiawinya penjajah Belanda dalam memperlakukan masyarakat kecil.

Landasan ini dipercaya buatan dari Kolonial Belanda. Ini dibuktikan dengan temuan sebuah Genset yang pada bodinya melekat tahun 1912 silam. Ini masih ditemukan di sana.

Selain itu, menara pengawas yang kini sudah roboh memperkuat bahwa kawasan tersebut memang merupakan sebuah landasan. Karena memang tidak ada bangunan lain selain itu. Kini, penampakannya berubah menjadi lapangan luas dengan dipenuhi ilalang yang cukup tinggi.

Lembah Cikasur ini juga menyimpan cerita horor di kalangan pendaki. Banyak kejadian janggal yang dialami pendaki ketika sampai di sini. Bahkan tidak jarang jika pendaki hanya akan berputar-putar ataupun hilang tersesat.

Lembah ini terbilang sangat angker. Keangkerannya berasal dari kejadian memilukan di masa lampau. Yakni tindakan tidak manusiawi yang dilakukan penjajah kepada masyarakat pribumi.

Sejarah mencatat bahwa lembah ini dulunya dibangun untuk dijadikan seabagai Landasan pesawat. Landasan ini direncanakan akan dijadikan tempat untuk helicopter/pesawat dalam mengambil atau mengantarkan barang.

Pembuatannya sendiri dilakukan pemerintah Belanda dengan memaksimalkan pekerjaan masyarakat setempat. Awalnya masyarakat diberikan upah yang menjanjikan.

Namun setelah itu, pekerja didesak Belanda untuk mengajak warga lainnya. Siapa saja yang memiliki kemampuan untuk bekerja akan dipekerjakan. Mulai dari anak-anak, wanita ataupun lelaki.

Akhirnya banyak sekali warga yang mendaftar sebagai pekerja. Namun setelah pekerjaan berakhir, para pekerja tidak memperoleh upah yang dijanjikan. Bahkan mereka ditahan dan tidak boleh pulang.

Para pekerja diperlakukan tidak baik, sampai akhirnya diminta untuk membuat sebuah saluran air yang cukup dalam. Di sinilah tragedi memilukan terjadi.

Ketika banyak pekerja sedang membuat lorong/saluran air di dalam, tentara Belanda berdiri tegak di atas dengan senjata lengkap. Dan ini menjadi tempat terakhir bagi masyarakat pribumi yang jumlahnya ratusan orang.

Sejak saat itu, tempat ini menjadi sangat angker. Terlebih ketika dibiarkan begitu saja lantaran Belanda ditaklukkan oleh Jepang. Begitupun Jepang tidak begitu lama berada di bumi Indonesia.

Sampai saat ini, Landasan pesawat ini tidak pernah dijamah oleh orang. Menurut penuturan warga setempat, lokasinya menjadi sangat angker. Dan setiap pendaki diminta untuk tidak mendekat ke kawasan tersebut.

Cukup banyak pendaki yang tersesat di sana. Ada juga yang terlena dengan keberadaan sebuah taman gaib. Setelah itu, pendaki kehilangan kesadaran dan akhirnya tersesat ataupun hilang.

Banyaknya keanehan ini sebaiknya menjadi perhatian bagi setiap pendaki. Setidaknya, jaga kesopanan dan hindari pantangan dalam mendaki.

Sending
User Review
0 (0 votes)

Leave a Comment