Logistik Pendakian Yang Dibutuhkan Dan Cara Mengaturnya

logistik pendakian

Logistik pendakian gunung wajib direncanakan setiap pendaki. Perbekalan ini akan mendukung terwujudnya kegiatan alam sesuai rencana.

Mendaki gunung membutuhkan tenaga ekstra. Stamina wajib dijaga sejak awal keberangkatan sampai kepulangan.

Menjaganya bukanlah hal yang mudah. Setiap pendaki perlu lebih cerdik dalam mengaturnya. Sebisa mungkin, perjalanan menuju puncak masih menyisakan kekuatan sampai kembali ke bawah.

Aktifitas di alam terbuka membutuhkan usaha tak kenal lelah. Tenaga akan terkuras habis. Terutama saat memasuki tahap akhir. Yakni di penghujung pendakian.

Sebagian besar tidak bisa melanjutkannya ke puncak. Penyebabnya ialah kurangnya dalam mengatur ritme perjalanan. Begitu juga, kelompok pendaki kurang persiapan sehingga membuat usahanya tidak berhasil sama sekali.

Tidak mau kondisi ini terjadi, baiknya persiapkan sebaik mungkin sebelum naik gunung. Selain fisik dan perlengkapan mendaki, Anda dituntut untuk menyediakan perbekalan mendaki yang cukup.

Fakta Mengenai Kebutuhan Energi Dalam Mendaki

Setiap orang memiliki karakteristik sendiri dalam menggunakan energi tubuhnya. Kaum lelaki dan wanita tentu saja memiliki porsi sendiri dalam hal pemanfaatan tenaganya. Terutama bila digunakan untuk aktifitas yang sangat berat.

Kelelahan sudah pasti terjadi. Disamping itu, energinya akan terkuras selama proses pendakian. Untuk itulah, dibutuhkan asupan untuk mengembalikan tenaganya secepat mungkin.

Logistik pendakian adalah sebuah perbekalan berupa bahan makanan. Bekal ini diperlukan untuk menunjang kebutuhan tubuh. Lebih tepatnya sebagai sumber energi baru yang bakalan meningkatkan kemampuan fisiknya untuk melanjutkan perjalanan.

Secara umum, kaum lelaki akan memanfaatkan tenaga jauh lebih besar dibandingkan wanita. Kaum pria memerlukan kalori sekitar 2500 – 3500 per harinya. Sedangkan wanita hanya membutuhkan 2000 – 2600 kalori. Karena proses pengeluarannya lebih kecil akibat jaringan lemak yang ada di lapisan kulitnya.

Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi, perjalanan akan terkendala. Rasa capek dan tidak bertenaga akan dirasakan. Pada akhirnya, rencana untuk menaklukkan gunung berakhir dengan kekecewaan.

Logistik Pendakian Yang Tepat

Makanan adalah sumber energi yang dibutuhkan oleh setiap orang. Setiap harinya, Anda memerlukannya untuk berkegiatan. Semakin berat aktifitas, konsumsi makanan juga perlu ditingkatkan agar tubuh kembali fit.

Bicara tentang perbekalan dalam pendakian, perhatikan betul mengenai kebutuhan kalorinya. Secara umum, zat makanan yang dibutuhkan meliputi karbohidrat (60-70 %), lemak (20-25 %) dan protein (12-15 %).

Komposisi di atas akan ideal jika ditemani dengan konsumsian mengandung serat dan cairan. Karena kesemuanya akan mendukung pada kebugaran.

Ketika zat tersebut tidak didapatkan, tubuh akan lemas dan mudah capek. Pendaki akan mengalami sejumlah masalah. Bahkan tidak jarang akan mengalami dehidrasi dan kehilangan tenaga.

Perlu diingat bahwa komposisi di atas hanya digunakan oleh satu orang dalam sehari. Anda tinggal mengatur berapa banyak bekalnya. Terhitung dengan jumlah rekan pendaki yang dibawa serta berapa lama melakukan aktivitas di gunung.

Daftar Logistik Pendakian Gunung

Beberapa orang masih sangat awam untuk mempersiapkannya. Terkadang, seseorang memilih untuk mengabaikannya. Misalnya menganggap kalau makanan instan sudah cukup.

Ini sangat beresiko. Secara, Anda sedang berada di alam bebas yang penuh dengan tantangan. Kesalahan yang disepelekan bisa berakibat fatal. Untuk itulah, membuat persiapan berupa bekal makanan sangatlah dianjurkan.

Kami akan tunjukkan beberapa daftar perbekalan untuk pendakian gunung yang bisa dibawa dari rumah/basecamp. Diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  • Nasi dan Roti

Nasi merupakan sumber karbohidrat utama. Setiap orang pasti sangat bergantung dengan jenis makanan ini. Sayangnya, proses memasaknya akan cukup lama. Meskipun begitu, Anda sudah tepat jika membawanya.

Apabila merasa kesulitan, bawalah roti. Bekal ini juga menjadi sumber karbohidat. Kelebihannya ialah tidak perlu menanaknya. Anda cukup mengkonsumsinya sewaktu merasakan lapar.

Jika ini masih belum cukup, tidak ada salahnya untuk menyediakan ubi ataupun kentang. Ini juga rekomended sebagai bekal untuk mengisi tenaga.

  • Ikan Asin Dan Telur

Konsumsian tersebut mengandung protein dalam jumlah besar. Pendaki bisa memilih sarden, ikan asin ataupun telur rebus ketika beristirahat.

Sebagai penunjangnya, pendaki boleh meminum susu. Itu juga sumber protein yang sangat lengkap.

  • Daging

Pendaki perlu energi cadangan yang siap digunakan dalam waktu cepat. Kebutuhan ini akan disediakan oleh kandungan lemak.

Lemak bisa diperoleh dari daging. Pendaki boleh membawa daging instan, nugget, sosis ataupun bakso. Kesemuanya mengandung lemak dan sangat mudah untuk diolah. Cocok sekali dijadikan lauk pauk bersama nasi.

  • Buah Dan Sayur

Buah maupun sayuran sebaiknya jangan lupa dibawa. Ini merupakan sumber serat dan vitamin. Jenisnya bisa apa saja. Mulai dari pir, mangga, pepaya, serta sayuran hijau.

Sebagai tambahan saja, sebaiknya hindari untuk mengkonsumsi kol. Alasannya ialah kol menimbulkan ketidaknyaman. Pasalnya, makanan ini menyebabkan perut bergas.

  • Cairan

Maksudnya ialah minuman yang sehat dan menyegarkan. Bawalah air putih secukupnya. Kemudian hindari terlalu banyak meminum yang mengandung kafein, serta jauhi minuman berenergi.

Untuk memanfaatkannya, minum secara perlahan. Biasakan untuk membasahi tenggorokan saja. Sebaliknya, jauhi kebiasaan untuk meneguk air putih secara berlebihan dalam sekali waktu.

Manajemen Logistik Pendakian

Setelah mengetahui apa saja bekal yang dibutuhkan, saatnya Anda memahami bagaimana mengatur logistik pendakian tersebut. Untuk mengaturnya secara tepat dan pas, mari perhatikan tipsnya berikut ini.

Pahami Lamanya Mendaki

Berapa waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pendakian? Inilah yang harus dipahami. Caranya dengan mencari informasi akurat terkait durasi ideal dalam mendaki gunung tertentu. Misalnya apakah akan menghabiskan waktu 1, 2, 3 hari atau lebih.

Hitung Jumlah Anggota

Semakin banyak anggotanya, bekalnya juga lebih banyak. Kemudian perhatikan prilaku rekan dalam mengkonsumsi makanan.

Pasalnya, porsi makanan setiap orang itu berbeda. Meskipun terkadang kurang etis, tapi baiknya dipahami. Tujuannya agar tidak kehabisan bekal di tengah perjalanan.

Pahami Sulit Tidaknya Mencari Makanan di Gunung

Maksudnya, perhatikan apakah gunung tujuan sudah menyediakan makanan/sumber air mumpuni atau tidak. Jika cukup sulit, bawalah bekal lebih banyak dengan menerka sesuai penjelasan di atas.

Ukuran Serta Berat Bahan Makanan

Langkah terakhirnya ialah menyeleksi berat dan ukuran dari bahan makanan itu sendiri. Secara, bekal ini nantinya akan dimasukkan ke dalam carrier.

Ukuran terlalu besar hanya akan membuat carrier penuh. Malahan bisa tidak terbawa jika barang bawaan juga semakin banyak. Terkecuali jika Anda bisa membedakan dalam penempatannya. Misalnya membagi tugas pada setiap anggota.

Setelah mempertimbangkan tips di atas, silahkan kalkulasikan secara menyeluruh. Anda akan mendapati hasil yang akurat. Bekal akan cukup untuk memenuhi kebutuhan energi selama berada di gunung.

Baru kemudian bawalah peralatan memasak sesuai kebutuhan. Lantas, upayakan untuk berhemat karena itulah yang akan membuat perjalanan semakin seru.

Demikianlah yang bisa disampaikan di sini. Intinya, persiapkan dengan matang sedari awal agar tujuan mendaki mampu berjalan sebagaimana mestinya. Persiapannya tidak hanya fisik, tapi juga logistik pendakian dan hal-hal yang mendukungnya.

Sending
User Review
0 (0 votes)

Leave a Comment