Misteri Yang Diyakini Warga Rahtawu Kudus

desa rahtawu kudus

Desa Rahtawu merupakan salah satu akses masuk menuju ke puncak songolikur. Desa ini menjadi tujuan pertama bagi pendaki. Tentunya tanpa mengesampingkan desa Tempur di Keling, Jepara.

Rahtawu dulunya merupakan desa terisolir. Puluhan tahun silam, desa ini hanya menyediakan jalan setapak. Orang yang berkunjung di sini sudah pasti berjalan kaki, menapaki jalan setapak yang tersedia.

Tujuannya tidak lain untuk berziarah atau bertapa. Secara, desa ini dipercaya sebagai tempat di mana menyajikan keheningan dan ketenangan dalam menyendiri.

Ini dibuktikan dengan banyaknya petilasan yang terdapat di sana. Hingga saat ini, petilasan masih sering dikunjungi oleh sebagian orang. Tujuannya untuk sarana memanjatkan doa agar dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Petilasan di Rahtawu

Sejauh ini, banyak sekali pengunjung yang datang ke desa Rahtawu. Tentunya dengan berbagai alasan. Di antaranya adalah berwisata hingga berkunjung ke petilasan.

Wisata alam menjadi pilihan dari masyarakat modern. Hal ini disebabkan oleh kondisi alamnya yang masih terjaga. Suasana khas pegunungan yang dingin masih sangat kental. Tak pelak membuat orang sangat menikmati liburan di desa Rahtawu.

Sementara itu, ada juga yang datang untuk mengunjungi petilasan. Petilasan ini tidak lain merupakan tempat/penanda di mana dulunya pernah digunakan oleh orang untuk bertapa.

Orang dengan keilmuan tinggi dipercaya pernah melakukan tapa di kawasan tersebut. Dan petilasan tersebut dinamai dengan nama dari tokoh pewayangan.

Petilasan ini merupakan tempat pertapaan yang dipercaya telah digunakan oleh orang suci. Warga setempat menyebutnya dengan Eyang.

Di antara orang suci yang pernah bertapa adalah Eyang Sakri (Bathara Sakri), Eyang Lokajaya (nama samaran sunan Kalijaga), Eyang Mada hingga Eyang Romo Suprapto. Kesemuanya bisa ditemukan di Desa Rahtawu.

Petilasan ini ditandai dengan batu datar. Sejauh ini, warga setempat telah memberikan penanda. Yakni membangunnya supaya mudah dikenali.

Misteri di Rahtawu Kudus

Rahtawu sendiri menyimpan misteri. Misteri ini tidak lepas dari kebudayaan dan cerita di masa lampau.

Hingga saat ini, mitos yang beredar menjadikan warga desa kukuh dengan budayanya. Warga setempat masih mempercayainya. Terlebih dalam hal pantangan yang seharusnya tidak dilakukan.

Salah satu pantangannya adalah tidak menggelar pagelaran seni wayang. Pagelaran ini diyakini akan mengundang bencana. Ini mirip sekali dengan misteri gunung Muria yang ketika pantangan dilanggar akan muncul sebuah bencana.

Pantangan ini tampaknya masih menjadi misteri. Dan warga setempat tidak berani untuk melanggarnya.

Pernah ada suatu cerita yang mana salah satu warga pernah melanggarnya. Seketika itu, muncullah angin yang sangat kencang. Angin ini meluluh lantakan rumah dan desa tersebut.

Praktis setelah kondisi ini terjadi, warga setempat tidak pernah melakukannya kembali. Kalaupun ada pementasan, warga setempat hanya menggelar seni budaya tayub. Sebuah seni masyarakat kuno yang tampaknya masih lestari dan menjadi misteri di desa Rahtawu Kudus.

Sending
User Review
0 (0 votes)