Jalur Pendakian Puncak Natas Angin Di Muria

natas angin

Menaklukkan puncak natas angin menjadi keinginan sebagian masyarakat sekitar Muria. Namanya melegenda dengan jalur naganya. Bahkan, termasuk puncak tertinggi pada barisan gunung Muria.

Ketika memasuki penghujung tahun, pecinta alam sering menyambangi puncak ini. Mereka ingin menghabiskan malam pergantian tahun di atas gunung. Melihat pemandangan indah seperti kerlip bintang dan kembang api dari atas.

Pemandangannya sungguh menawan. Tetapi, butuh perjuangan ekstra keras untuk sampai di sana. Pasalnya, treknya sungguh melelahkan meskipun ketinggiannya tidak sebanding dengan gunung lainnya seperti Merbabu.

Walaupun begitu, Lelah ini nyatanya tidak menyurutkan niat seseorang. Jika Anda juga tertarik untuk mengunjunginya, kenali jalurnya agar pendakian Anda lebih terarah.

Misteri Natas Angin

Puncak tertinggi di Muria ini menyimpan misteri. Sama seperti kebanyakan gunung di tanah Jawa. Pasalnya, cukup banyak petilasan yang terletak di sana.

Ketika bulan Syuro dan Apit tiba, cukup banyak masyarakat yang naik ke puncak. Khususnya untuk ziarah ke beberapa tempat petilasan.

Setelah melakukan ziarah, masyarakat akan mengunjungi Sendang Suci. Ini merupakan sumber air di mana memiliki air yang tenang dan jernih.

Kebanyakan orang yang berziarah akan memanfaatkan air tersebut. Di antaranya untuk membersihkan diri seperti mandi.

Kemudian, ada juga yang membawa air tersebut ke rumah. Sebagian orang percaya bahwa orang yang mengambil airnya bakalan mendapat keberkahan. Doa yang dipanjatkan sebelumnya dipercaya akan terkabul.

Jalur Pendakian Natas Angin

Terdapat dua jalur pendakian yang bisa ditempuh pendaki ke puncak natas angin. Salah satunya sangat populer. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Jalur Sewengen

Jalur ini terletak di Desa Somosari, Jepara. Ini sekaligus menjadi tempat pertama di mana Anda perlu mengunjunginya.

Dari sini, perjalanan akan dimulai. Anda bisa melangkahkan kaki menuju pertigaan air terjun banyu anjlok, Pos 1 pertigaan pasar, Pos 2 area hutan, Pos 3 tikungan mesra, tanjakan kenangan, Pos 4 camp area Putri ayu, persimpangan Abiyoso, Puncak Sapto Renggo dan Puncak Natas Angin.

  • Jalur Rahtawu

Jalur ini termasuk paling populer. Basecamp utamanya di Desa Rahtawu. Anda bisa mencapainya dengan kendaraan roda dua atau empat.

Sesampainya di basecamp, Anda bisa memulai perjalanan. Rute yang akan Anda tuju ialah Pos 1, Pos 2, Pos 3 warung, Pos 4 Sendang Suci, Pos 5 Padepokan Abiyoso, Persimpangan jalur bebek, jalur naga dan puncak.

  • Jalur Abiyoso

Jalur ini sama dengan rute kedua. Hanya saja, Anda bisa menghemat tenaga dan waktu. Pasalnya, Anda sudah melangkah lebih ke atas saat memarkir kendaraan.

Ketika memilih opsi ini, Anda cukup menghabiskan waktu sekitar 1 jam perjalanan menuju puncak. Tergantung pada bagaimana mengatur ritme perjalanan sekaligus pemilihan jalur.

Seperti diketahui bahwa terdapat dua jalur yang bisa pendaki lalui. Jalur tersebut ialah jalur bebek dan jalur naga.

Jalur bebek memiliki karakter medan yang Panjang tetapi sedikit landai. Untuk melewatinya, Anda tinggal memilih lajur kiri sebagaimana papan penanda di sana.

Sementara jalur naga memiliki karakter menanjak tanpa bonus. Sisi kiri dan kanan merupakan jurang. Mirip sekali dengan punuk atau punggung gunung. Anda bisa melewatinya dengan memilih lajur kanan.

Tentukan jalur yang dinilai sesuai dengan kemampuan tubuh. Setelah melakukan perjalanan, Anda akan menemui beberapa puncak. Di antaranya puncak bayangan, Tugu dan Natas Angin.

Sumber Air di Perjalanan

Pendakian ke puncak tertinggi di gunung Muria ini terbilang menguras tenaga. Keringat akan terbuang dengan cepat. Dan, Anda seharusnya mengembalikan cairan tubuh secepatnya agar tidak mengalami dehidrasi.

Membawa bekal minuman tentu pilihan yang bijak. Jika kehabisan di perjalanan, Anda bisa mengisinya kembali. Apalagi, banyak sekali tempat yang bisa disinggahi untuk mengisi air.

Salah satunya di puncak Abisaya. Di sini, terdapat beberapa warung makan. Anda bisa mengisi tenaga sekaligus mengisi air.

Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa membawa air langsung dari sumbernya. Yakni di Sendang Suci.

Bawalah air secukupnya. Setidaknya, itu cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda. Di antaranya untuk minum, bersih-bersih dan lain sebagainya.

Demikianlah yang bisa Kami sampaikan. Anda bisa memilih beberapa opsi jalur yang disebutkan di atas. Yang paling penting, kenali posnya agar Anda sampai ke puncak Natas Angin sebagaimana mestinya.

Sending
User Review
5 (1 vote)