Mitos dan Jalur Pendakian ke Puncak 29 Muria

Puncak 29 Muria merupakan salah satu dari deretan puncak di Gunung Muria. Menawarkan keindahan alam yang luar biasa. Selain itu, menghadirkan mitos yang dipercaya oleh Masyarakat setempat.

Keelokan pemandangan alam membuat pecinta alam tergugah untuk mengunjunginya. Apalagi rutenya cukup mudah untuk dikenali.

Sebagian besar pendaki pemula mengutamakan pendakian di sini. Pasalnya, puncak ini sangat ramah. Waktu tempuhnya relatif singkat dan medannya lebih mudah.

Sekilas Tentang Puncak Songolikur

Puncak Songolikur atau Sapto Renggo terletak di Kawasan Rahtawu, Gebog, Kab. Kudus. Desa ini termasuk Kawasan wisata alam. Cocok dikunjungi oleh keluarga yang ingin menghabiskan waktu liburan.

Ketika musim liburan tiba, banyak sekali pengunjung yang berdatangan. Khususnya pengunjung dari sekitar Kawasan. Di antaranya ialah masyarakat dari Kudus, Pati, Rembang, Jepara, Demak dan lain sebagainya.

Sebagian menghabiskan waktunya untuk sekedar menikmati liburan khas pegunungan. Sementara sisanya berniat untuk menaklukkan puncak 29 atau pun ziarah ke petilasan yang ada di sana.

Sekedar informasi saja, ketinggian puncaknya sekitar 1603 mdpl. Menduduki urutan kedua di belakang Natas Angin.

Meskipun begitu, puncak 29 Muria ini tergolong populer. Kebanyakan pendaki lebih suka menaikinya. Pasalnya, medannya tidak terlalu berat dan terbilang lebih aman meskipun untuk pemula.

Selama perjalanan, pendaki akan disuguhi dengan berbagai keindahan alam yang khas. Di antaranya ialah pepohonan rindang yang hijau, udara yang segar, hingga jernihnya sumber mata air.

Sesampainya di puncak, pendaki bakal disajikan keindahan sunrise. Sinar matahari tampak muncul dari kejauhan. Keluar malu-malu dari balik pegunungan yang ada di depannya.

Momen inilah yang banyak dicari pendaki. Ketika beruntung, pendaki dapat melihat samudera awan tepat di bawahnya. Jadi, pantas saja jika banyak orang yang kepincut untuk mengunjunginya.

Mitos Puncak 29

Bicara tentang pegunungan, ini tidak lepas dari mitos atau pun misteri. Apalagi jika masyarakat setempat masih terus menjaga tradisinya.

Mitos ini menjadi buah bibir yang mana terus terjaga hingga sekarang. Khususnya bagi masyarakat di lereng gunung Muria. Contohnya ialah Desa Rahtawu.

Salah satu mitosnya ialah larangan untuk mementaskan wayang. Meskipun kenyataannya, banyak petilasan dari tokoh pewayangan yang terdapat di gunung tersebut.

Pelanggaran atas larangan bisa mengakibatkan masalah. Salah satunya pernah dilakukan masyarakat. Entah karena apa, muncullah angin kencang saat pementasan dilakukan.

Praktis setelah itu, masyarakat tidak berani mengulanginya. Sebagai gantinya, masyarakat memilih pagelaran Tayub untuk hiburan masyarakat. Misalnya untuk memeriahkan acara perkawinan dan lain sebagainya.

Rute Pendakian Puncak 29 Kudus

Terdapat dua jalur pendakian yang bisa Anda tempuh ke puncak Septo Renggo. Anda bisa menentukan salah satunya. Pilihannya adalah sebagai berikut.

  • Melalui Desa Tempur

Desa ini termasuk bagian dari Kabupaten Jepara. Biasanya, desa tersebut menjadi pilihan utama dari pendaki asal Jepara.

Alasannya, lokasinya lebih dekat serta pendakian tampak lebih cepat. Nantinya, pendaki dari Tempur akan bertemu pendaki lain dari jalur lain di Pos Sendang Bunton.

  • Melalui Desa Rahtawu

Jalur ini sangat populer di kalangan pendaki gunung Muria. Desanya mudah dijangkau. Bisa Anda datangi dengan mengendarai kendaraan roda dua dari kota Kudus. Normalnya, jarak tempuhnya sekitar 30-45 menitan.

Retribusinya cukup murah. Anda hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar 2 ribu rupiah. Kemudian biaya parkir sekitar 5-10 ribu rupiah. Tergantung kendaraan apa yang Anda bawa.

Sesampainya di basecamp Rahtawu, Anda bisa memulai perjalanan. Rutenya sendiri sangat mudah. Di antaranya adalah POS 1 mata air, POS 2 Persimpangan Trenggo, POS 3 Jalur Keler, POS 4 Sendang Bunton, Persimpangan Tempur, POS 5, POS 6 Petilasan Eyang Pandu, dan Puncak 29 Muria.

sendang bunton puncak songolikur

Tempat Mendirikan Tenda di Puncak Songolikur

Asal tahu saja, di puncak songolikur saptorenggo ini tidak memiliki basecamp asli. Tapi sudah ada beberapa tempat istirahat yang dibangun rapi.

Buat yang mau mendirikan tenda, Anda tetap bisa melakukannya di area sekitar puncak. Yakni di pos kelima. Pos ini juga sudah dilengkapi dengan beberapa warung. Jadi, Anda tetap bisa mengisi perut walau tidak bawa perbekalan yang cukup.

Atau, Anda juga bisa istirahat di Sendang Buton. Di area ini, ada tempat untuk rebahan yang mana disediakan oleh warga. Cuma, tempat istirahat hanya seadanya.

Selain itu, Anda bisa mendirikan tenda di atas. Hanya saja, areanya terbatas. Ketika jumlah pendaki cukup besar, Anda kemungkinan besar tidak mendapatkan tempat.

Kesimpulannya, jalur populer untuk mendaki puncak 29 Muria terletak di Desa Rahtawu. Anda bisa mengunjunginya dengan membawa kendaraan roda dua. Baik itu membawanya sendiri atau menggunakan jasa ojek.

Sending
User Review
5 (2 votes)